Page 2 of 24

Tidak berhenti cerita tentang Muhammad diperdengarkan. Ribuan bahkan jutaan kisah tentangnya sudah banyak dituliskan.

Ya, Muhammad adalah mata air jernih yang tidak pernah berhenti mengalirkan keteladanan akhlak, kekuatan kasih sayang, dan keteguhan keimanan.

Apa sebenarnya rahasia di balik itu semua?

Muhammad adalah manusia langit. Beliau adalah makhluk bumi yang terpilih untuk bisa berbicara dengan malaikat, bahkan bercakap langsung dengan Allah Tuhan Semesta.

Maka, layaklah Muhammad menjadi manusia yang keimannya paling kokoh dan keyakinannya paling menjulang.

Sebegitu hebatnya ia sebagai manusia langit, ternyata kasih sayangnya membumi.

Ya, Muhammad masih tetap manusia bumi.

Suatu ketika, seorang sahabat sedang berbelanja di pasar. Tiba-tiba, seorang lelaki mendekap dari belakang dan membuat sahabat itu tidak berdaya sampai agak susah bernafas.

Sambil meronta sang sahabat berteriak, “Hai, siapa kamu?! Jangan main-main!”

Lelaki yang merangkul itu kemudian berkata sambil tertawa, “Coba tebak siapa aku?”

Mendengar suara emas itu, sang sahabat tidak lagi meronta.

Justru, ia mendekatkan tubuhnya ke laki-laki itu sambil berkata, “Terus saja engkau memelukku, Wahai Sang Rasul. Aku tidak akan melepaskan diriku lagi.”

Puluhan kisah lain menceritakan kepada kita bagaimana manusia langit itu adalah juga manusia bumi yang ada di tengah-tengah kita, bersahabat dan bercanda bersama kita.

Dia tidak bertahta di atas singasana.

Dia justru berkelana merasakan penderitaan umatnya.

Dia tidak memikirkan kemuliaan dirinya, tetapi sebaliknya, keselamatan kita yang menjadi sumber kegelisahannya.

Yang badannya sampai gemetar karena memikirkan kita.

Sudahkah hati kita berdebar ketika mendengar namanya?

Hidup …

Satu demi satu huruf aku eja untuk mendefinisikan tentang hidup. Tiga belas ribu lima ratus hari kumengeja, tapi tetap saja aku tidak paham apa itu hidup. Ya, hari ini dan juga esok hari, juga lusa dan seterusnya, aku masih akan terus mengeja sampai kudapat dengan sempurna definisi tentang hidup.

Hidup …

Tak pernah kulihat bentuknya secara utuh. Selama ini kumelihat dengan kacamata waktu. Hari demi hari kujalani, melihat bagian demi bagiannya. Pernah suatu hari, dengan rasa penasaran yang tak tertahan lagi, kunaiki gedung tertinggi untuk melihat ke bawah, berharap bentuk utuhnya terlihat. Tapi, tetap saja aku tak berhasil melihatnya.

Hidup …

Pasti ada seseorang yang mengenalnya, pikirku. Lalu kutemui pujangga, kujumpai cendekia, juga kutanyai ulama. Wow, mereka berkisah sangat antusius tentang hidup. Aku menyimak semua kisah itu sampai akhir. Tapi, tetap saja aku tidak mendapati makna. Mereka memang mengenal hidup, tetapi ternyata yang diceritakan padaku hanyalah potretnya belaka.

Hidup …

Tampaknya memang benar bisikan nuraniku waktu itu. Aku harus bertanya pada ibu kandungnya untuk tahu tentang hidup. That’s it. Aku harus mengenal ibu kandungnya hidup, harus mulai banyak bicara dengannya, karena tampaknya inilah jalan satu-satunya sehingga aku akan dapat menjawab pertanyaan tentang hidup.

Depok, 18 Desember 2014
00.01 WIB

JANGAN ingin diketahui orang
JANGAN ingin dilihat orang
JANGAN ingin dipuji
JANGAN ingin dihargai
JANGAN ingin dibalas budi

Jika kita gagal melaksanakan lima JANGAN tersebut, kita akan menjadi orang yang sibuk dan sibuk terhadap orang lain. Kita akan selalu ingin penilaian orang. Akibatnya kita  selalu cari jalan untuk show off dan suka pengumuman.

Pada akhirnya, tahap selanjutnya kita yang gagal untuk Lima JANGAN, nanti kita akan sering membohongi diri sendiri. Sibuk bertopeng.