Kita Hanyalah Noktah!

Sahabat, dalam mengarungi hidup ini seringkali kita terjebak dalam fatamorgana-fatamorgana. Kita sering merasa urusan kitalah yang paling penting, masalah kitalah yang paling urgent, atau ketika memasuki sebuah episode penderitaan kita merasa kitalah orang paling menderita di dunia ini.

Dalam berbagai kesempatan, sering terlalu cepat kita tersinggung. Kesalahan sedikit oleh orang lain di sebelah kita terkadang langsung menyulut kemarahan besar. Kealpaan minor dari istri kita terkadang membuat kita sudah merasa ditipu. Pelayan yang sedikit saja lalai sudah membuat kita menatap tajam penuh tuduhan.

Semua itu disebabkan karena kita merasa diri kita ini “besar”. Kita merasa diri kita paling penting. Padahal, kita ini siapa? Kita ini hanyalah NOKTAH.

Sahabat, melalui silaturahmi di blog ini, marilah kita sejenak merenungi keberadaan diri kita ini …

Bayangkan ketika kita berada dalam pesawat yang sedang terbang melintasi rumah kita, kemudian tengoklah kebawah, maka kita akan melihat bahwasanya keberadaan diri kita hanyalah satu titik kecil (sangat kecil!! tepatnya). Lihatlah gambar di bawah ini … diri kita yang “penting” itu ternyata hanya sebuah titik kecil seakan tiada makna … sungguh sangat kecil …

Lalu, bayangkan ketika kita dibawa oleh sebuah roket keluar dari atmosfer bumi. Apa yang kemudian kita lihat? Kita akan lihat betapa planet bumi terlihat sangat indah dengan warna kebiruan menyelimutinya. Lalu, dimana titik diri kita yang tadi … hilangkah? ah ternyata tidak, titik tadi masih ada, masih berada di tempat semula, tetapi menjadi sebuah noktah yang sangat sangat KECIL sekali sehingga membuat eksistensinya lenyap … lihatlah gambar di bawah ini, dimana diri kita yang “penting” itu? dimana rumah dan mobil kita yang “penting” itu?? Astaghfirullah …

Sahabat, padahal bumi hanyalah salah satu anggota tatasurya yang dikomandani oleh matahari. Jika kemudian kita teruuus terbang menjauhi tatasurya, kemudian kita menengok lagi ke planet bumi, dimana titik diri kita? Ah, ternyata rumah besar yang kita impikan, kampus megah yang kita banggakan, juga tanah air luas yang kita bela, serta segala kemegahan dunia yang kita kejar … semuanya hanyalah titik kecil, bahkan teramat KECIL untuk disebut KECIL …

Padahal, simaklah fakta berikut …

18 Juli 1783, William Hershel, seorang astronom Inggris, berhasil mengidentifikasi Galaksi Bimasakti atau Milky-way. Dengan teleskop hasil buatannya sendiri, Hershel berhasil menemukan bahwa Galaksi Bimasakti tersusun dari milyaran bintang, sedangkan  tata surya, yaitu matahari dan planet-planet yang mengelilinginya hanya satu bagian yang sangat kecil dari
galaksi tersebut.

Penelitian selanjutnya menemukan bahwa Galaksi Bimasakti terdiri dari 400 milyar bintang dengan garis tengah sekitar 130.000 tahun cahaya, sementara satu tahun cahaya sama dengan 9500 milyar kilometer.

Galaksi Bimasakti jika dilihat dari samping berbentuk seperti cakram dan dari atas seperti spiral. Matahari yang menjadi pusat peredaran bumi dan planet-planet lain di tata surya, letaknya sekitar 40.000 tahun cahaya dari pusat Bimasakti.

Sahabat, terakhir mari kita simak fakta-fakta tentang alam semesta melalui video beriku ini untuk semakin merasakan betapa kita hanya sekedar noktah …

 

Sahabat, jika demikian, masih berminatkah untuk sombong?

7 thoughts on “Kita Hanyalah Noktah!

  1. wuuuaah….makasih bro…..
    dan noktah itu tadi sebagian adalah sumber cahaya bagi noktah yang lain, penjuru bagi noktah yang lain,
    kayaknya ANDA Layak jadi noktah yang itu…

    deddi: sampeyan bisa aja .. mari kita berusaha bersama2 menjadi cahaya, minimal buat keluarga kita …

  2. subhanallah.. ternyata kita sangatlah kecil dibandingkan seluruh kuasaNya,, Subhanallah …
    Maha suci Allah dengan segala kebesaranNya ..

    saya jadi malu karena sering sombong hanya karna hal duniawi..
    Astaghfirulaah.

  3. Assalamu’alaikum akhi….
    Benar….maka sangat aneh jika manusia bangga dengan banyaknya sertifikat tanah yg ia miliki,….ia merasa mempunyai properti yg luas…dan sukses…. padahal itu hanyalah sebuah luas limit 0…. jika dibanding makrokosmos kehidupan ini….

    Wallohu’alam bishshowab…..

  4. subhanaallah,,,,Engkau maha dahsyat. Segalanya kita kembalikan kpd Allah SWT. Untuk pak deddy nurdiawan terimakasih inspirasinya smoga bermanfaat untuk umatnya. amiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s