Aransemen Kekecewaan

Bagaimana seseorang bisa kecewa?

Atau kalau mau diperdalam lagi, pertanyaannya menjadi begini: Bagaimana seseorang yang hidupnya berkecukupan, masih bisa kecewa?

Tuhan menjanjikan keseimbangan dalam kehidupan kita. Tidak mungkin sesuatu yang “ga enak” berdiri sendiri tanpa sesuatu yang menguntungkan buat kita, baik sebelum atau sesudahnya. Jadi, seharusnya tidak ada yang namanya kekecewaan.

Tuhan juga Maha Sayang. Tidak mungkin Dia memberikan sebuah kejadian yang tidak memberikan kebaikan bagi hambaNya. Kalau kita menyadari ini, seharusnya juga kita ga pernah kecewa.

Jadi gimana? Kenapa masih ada kecewa dalam diri kita?

Hmm …

Atau kekecewaan adalah cara Tuhan sebagai Trainer kehidupan, sebagai fasilitator yang terus menginginkan diri kita lebih baik dari hari ke hari. Bukankah kita adalah khalifah yang menuntut kinerja prima dalam karya2 kita.

Di sinilah kita harus bertafakur. Bagi yang sedang mengalami kekecewaan hidup, ayo kita berhenti dalam terminal kehidupan. Merenung dalam sujud di sepertiga malam terakhir. Berdialog dengan Dia Yang Maha Mendengar.

Apakah kekecewaan ini sebuah jalan keseimbangan baru?

Apakah kekecewaan ini adalah sebuah program training?

Apakah …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s