Cara Menjadi Sabar

Kesabaran pasti akan berbuah keindahan. Sudah banyak kisah yang membuktikan itu. Tentunya kita ingin juga menjadi bagian dari cerita itu.

Tapi sabar tidak semudah yang terucap. Nasihat tentang sabar harus diturunkan dalam cara. Berikut adalah tiga kunci yang menjadi cara dalam bersabar.

Pertama adalah SYUKUR.

Syukur menjadi koridor. Kita harus menyadari bahwa setiap ujian itu kecil, dibandingkan dengan luasnya lautan nikmat kehidupan yang kita miliki.

Senoktah kecewa, jangan sampai membuat kita lupa bahwa sampai hari ini kita masih hidup dengan nyaman, dengan tubuh yang lengkap, dengan makanan yang sehat, dengan keluarga yang menyayangi kita, juga dengan sahabat-sahabat terbaik yang kita miliki.

Satu kejadian yang menyakiti hati, jangan membuat kita lupa fasilitas mewah berupa udara bersih, air minum dan makanan yang datang setiap hari.

Seseorang yang selalu sadar bahwa dia berada di lautan nikmat, maka pasti dia menjadi ahli sabar.

Yang kedua adalah kemampuan membaca HIKMAH.

Orang yang ditutup hikmahnya pasti tidak akan bisa bersabar.

Hikmah pintunya terdapat di hati, bukan di otak. Maka bersihkan hati agar hikmah bisa masuk ke dalam hati kita.

Baca doa ini agar hati selalu dibukakan terhadap hikmah “Allahummaftahlana hikmataka, wanshur’alaina rohmataka, ya dzal jalaali wal ikrom”. “Duhai Allah, bukakanlah hikmah dari-Mu, dan berilah pertolongan kepada kami dengan rahmat-Mu wahai Dzat Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

Seseorang yang mampu membaca hikmah, akan selalu tersenyum, sepahit apapun episode hidupnya. Ahli hikmah selalu punya penghiburan terbaik. Tak heran, ahli hikmah selalu sabar.

Ketiga, kesempurnaan sabar dibangun oleh “ma’rifatullah”.

Pengenalan kita pada Allah akan membuat kita menjadi orang yang sabar.

Allah itu ar-rahman ar-rahim, tidak mungkin ada sesuatu kejadian yang buruk bagi kita. Nah, siapa yang sadar dengan sifat Allah ini, dia pasti selalu positif, mudah baginya kemudian untuk sabar.

Allah berfirman, “Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah.” (QS. Al Hadiid [57] : 22)

Kalau Kita merasa sengsara dengan goncangan-goncangan kecil yang terjadi atas hidup kita, barangkali itu karena dosa-dosa kita. Sadari itu, yakini itu. Tidak mungkin Allah itu tidak positif.

Mengenal Allah adalah rahasia para nabi yang bersabar dengan kesabaran luar biasa. Seperti keindahan sabar Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang terceritakan dengan apik dalam Surat As-saffat.

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata: Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!; Dia (Ismail) menjawab: Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu, insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar

Selamat berjuang sahabat semua, menjadi ahli sabar yang disayang Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s