Konsistensi Amal

Memulai amal biasanya lebih mudah. Biasanya tergerak oleh sebuah nasehat guru, atau membaca sebuah manfaat atau fadhilah amal, atau bisa jadi karena terpicu oleh aktivitas ibadah teman.

Namun, tidak setiap orang memiliki success story dalam konsistensi amal.

Konsistensi amal membutuhkan sebuah energi sendiri. Apalagi jika kita berada di lingkungan yang kurang mendukung. Lagi program one day one juz misalnya, tapi suasana di kantor tidak kondusif, bisa jadi kita hanya bertahan seminggu jalanin program ibadahnya.

Jamaah menjadi sangat penting untuk menjaga konsistensi amal. Saling menguatkan, saling mengingatkan saling mengisi. Kalau kita sendirian, jelas ga mungkin terjadi yang disebut konsistensi. Apalagi sebaliknya, kita berada di lingkungan yang tidak kondusif. Kita program puasa sunnah senin – kamis, tetapi kita berada di lingkungan yang tidak pernah menganggap penting puasa sunnah.

Pada akhirnya, kekuatan internal yang paling menentukan konsistensi amal. Disiplin pribadi, tekad membara, semangat juang, menjadi faktor yang harus terus kita tumbuhkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s