Lautan Nikmat

Kita berada di lautan nikmat.

Bayangkan saja, tanpa ada apa-apa saja, kesempurnaan tubuh kita adalah lautan nikmat yang tidak akan cukup waktu bagi kita untuk mensyukurinya. Belum lagi udara yang kita hirup. Ditambah lagi kesehatan, kesempatan beragama, berkeluarga, bekerja, mendapat kedudukan dan derajat.

Lalu, apa sebenarnya yang membuat kita jadi susah syukur, padahal kita berada di lautan nikmat?

Bisa jadi karena cara kita melakukan fokus tidak tepat. Seperti sebuah suryakanta yang mengumpulkan sinar matahari pada satu titik, pikiran kita juga demikian. Pikiran mencari fokus satu titik, di tengah ribuan hal yang kita pikirkan.

Masalahnya adalah seringkali fokusnya pikiran itu mencari hal yang kita tidak punya, hal yang jadi masalah, atau hal yang paling ga enak. Akibatnya, lupa semua jutaan nikmat, yang diingat adalah satu hal yang tidak ada. Hasilnya keluhan.

Yuk, kita berlatih fokus pada nikmat dan karunia Ilahi yang berserakan di sekitar kita. Hampir di setiap sudut, kemana pun mata memandang, ada karunia Allah. Setiap detik kita dalam lautan nikmat.

Kalau fokus telah terlatih dan tertata, tidak akan ada lagi keluhan. Hanya pujian dan pujian ke Allah saja yang terucap.

London, 13 April 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s