Sumber Energi

Sumber energi alami kita secara fisik adalah makanan dan minuman. Kondisi lapar dan haus bisa membuat kita tidak berenergi, akhirnya tidak bisa menjalankan fungsi-fungsi kita sebagai manusia. Dehidrasi misalnya, bisa membuat banyak organ tidak berjalan normal, termasuk otak yang sangat sentral.

Maka, sudah seharusnya kita terus menjaga asupan energi berupa makanan dan minuman itu.

Bagaimana dengan non fisik? Mental, semangat, perasaan, atau motivasi. Apa sumber energinya?

Sebagian mungkin mengatakan sumber energi untuk unsur non fisik kita adalah sesuatu yang non material juga? Ada yang semangatnya terjaga dengan setiap hari menelepon ibunya. Ada yang motivasinya berlipat hanya karena membaca pesan tertulis dari orang yang disayanginya.

Kita lihat di sekitar kita banyak training motivasi. Luar biasa energinya. Ketika selesai, energi berlipat-lipat akibat kata-kata magis sang motivator.

Hmm, tampaknya sumber energi non fisik ini jauh lebih signifikan ya. Coba bayangkan saja, seseorang yang lapar atau haus, secara logika ga sanggup menyelesaikan sebuah pekerjaan, tiba-tiba mendapat sebaris kalimat dari orang yang dicintainya. Bisa jadi, semua lapar dan lelahnya, hilang seketika.

Power of love mungkin ya. Tapi, bagaimana kalau orang tersebut sudah pergi. Di sinilah kita menyadari perlunya sumber energi non fisik yang permanen, power of love yang tidak pernah pergi.

Dimana kita akan mendapatkannya?

Amsterdam, 9April 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s