Tabir Penghalang

Semua kita adalah orang baik, sejatinya.

Di dalam diri kita telah terinstall software kebajikan. Tetapi sayangnya, mata batin kita tertutup tabir penghalang, sehingga kita buta hati. Akibatnya, software kebaikan tidak digunakan secara optimal.

Seseorang berdusta pada hakekatnya bukan keinginan dirinya, melainkan karena mata batinnya sudah tertutup tabir penghalang. Akibatnya dia tidak bisa membedakan lagi mana yang benar dan mana yang salah.

Ramadhan menjadi istimewa karena di dalamnya diturunkan Al Furqan. Pembeda antara yang benar dan salah. Lampu terang yang menerangi jalan kita. Tapi kok masih saja ada yang tersesat? Ya karena tabir penghalang tadi, seterang apapun jalanan, tetapi jika mata tertutup, percuma saja.

Sebenarnya, tabir penghalang itu kita sendiri yang membangunnya. Tabir itu ibarat tembok yang batu batanya adalah dosa kita. Hari demi hari, doa demi dosa, berkumpul membentuk tembok tebal, tabir peghalang tadi.

Maka, Ramadhan sebagai bulan ampunan menjadi kesempatan emas bagi kita semua untuk meruntuhkan tabir penghalang. Untuk membuat mata batin kita menjadi tajam kembali, sehingga langkah-langkah kita dalam kehiduan ini benar-benar tepat dalam keridhoanNya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s