TERMINAL

Dari satu episode ke episode berikutnya kita punya terminal, untuk berhenti sejenak, bercermin, lalu berlari lebih cepat lagi.

Karena hidup adalah rangkaian ujian, jawaban kadang terselip dalam sinyal-sinyal kejadian. Terminal kemudian jadi penting, untuk kita berhenti sejenak, diam, yang kemudian biasanya dalam diam itu kita menangkap sinyal lebih akurat.

Terminal juga menjadi filter. Dari episode ke episode berikutnya, biasanya terbawa energi negatif. Bisa jadi interaksi kita dengan sesama makhluk lainnya tidak selalu berlangsung baik. Maka, terminal menjadi kesempatan terbaik bagi kita untuk membuang sampah.

Setiap perpindahan episode juga merupakan pengambilan keputusan. Kadang otot dan otak ga nyampe untuk membaca situasi. Maka kita butuh terminal, untuk berhenti sejenak, membaca semua tanda dengan mata hati, lalu mengambil keputusan yang lebih baik di episode berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s