Tentang Hidup

Hidup …

Satu demi satu huruf aku eja untuk mendefinisikan tentang hidup. Tiga belas ribu lima ratus hari kumengeja, tapi tetap saja aku tidak paham apa itu hidup. Ya, hari ini dan juga esok hari, juga lusa dan seterusnya, aku masih akan terus mengeja sampai kudapat dengan sempurna definisi tentang hidup.

Hidup …

Tak pernah kulihat bentuknya secara utuh. Selama ini kumelihat dengan kacamata waktu. Hari demi hari kujalani, melihat bagian demi bagiannya. Pernah suatu hari, dengan rasa penasaran yang tak tertahan lagi, kunaiki gedung tertinggi untuk melihat ke bawah, berharap bentuk utuhnya terlihat. Tapi, tetap saja aku tak berhasil melihatnya.

Hidup …

Pasti ada seseorang yang mengenalnya, pikirku. Lalu kutemui pujangga, kujumpai cendekia, juga kutanyai ulama. Wow, mereka berkisah sangat antusius tentang hidup. Aku menyimak semua kisah itu sampai akhir. Tapi, tetap saja aku tidak mendapati makna. Mereka memang mengenal hidup, tetapi ternyata yang diceritakan padaku hanyalah potretnya belaka.

Hidup …

Tampaknya memang benar bisikan nuraniku waktu itu. Aku harus bertanya pada ibu kandungnya untuk tahu tentang hidup. That’s it. Aku harus mengenal ibu kandungnya hidup, harus mulai banyak bicara dengannya, karena tampaknya inilah jalan satu-satunya sehingga aku akan dapat menjawab pertanyaan tentang hidup.

Depok, 18 Desember 2014
00.01 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s