Dia Yang Maha Memahami

Entah berapa bahasa yang dikaruniakan Allah di muka bumi ini, untuk digunakan oleh manusia dalam kehidupannya …

Sehebat apapun bahasa. Secanggih apapun alat komunikasi. Nyatanya, sampai hari ini yang disebut “miskomunikasi” menjadi fenomena harian. Hampir tidak mungkin rasanya, sebuah maksud atau pemahaman keinginan yang ada di lubuk hati kita, benar-benar sampai 100% ke hati orang lain. Selalu saja ada “noise” yang mengganggu.

Seorang pemimpin, dengan visi dan misi kepemimpinannya, tentu sangat menginginkan seluruh anggota organisasinya mempunyai visi dan misi yang sama. Seorang kepala rumah tangga juga demikian. Tak beda juga idealisme seorang Presiden, direktur, bahkan ketua kelas sekalipun. Namun, kerap kali kita menjumpai sebuah organisasi, perusahaan atau biduk rumah tangga, satu sama lain tidak memiliki visi dan misi yang sama.

Di sinilah kita memerlukan campur tangan Allah. Siapakah yang paling memahami isi kepala dan hati kita? Jawabnya Allah. Siapakah yang paling mengerti isi hati sang penerima pesan kita? Jawabnya tentu saja Allah. Dia pula yang mengajarkan kita berbicara, juga mengijinkan kita belajar bahasa.

Maka, tampaknya bukan lagi sebuah pilihan untuk tidak melibatkan Allah dalam komunikasi kita, khususnya ketika kita menginginkan sebuah pemahaman dari seseorang tentang visi misi kepemimpinan kita. Bisa jadi, keterbatasan membuat saluran-saluran komunikasi kita tidak sempurna, tapi jika Allah menghendaki, bagaimanapun bentuk upaya kita, pasti sampai juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s