Abu Bakar dan Keteladanan sebuah Pengorbanan

Tentu kita sudah pernah mendengar heroisme perjuangan dan pengorbanan sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq RA dalam dakwah, baik ketika bersama Rasulullah SAW maupun pada saat menjadi khalifah.

Abu Bakar ra adalah sahabat yang pertama kali mengakui kerasulan Muhammad SAW. Beliau juga menjadi sahabat yang tanpa pernah ragu-ragu selalu percaya dan membenarkan apa yang disampaikan oleh Rasulullah, bahkan ketika keraguan meluas. Seperti ketika suatu pagi orang-orang kafir dengan wajah sinis berkata padanya, “Teman kamu itu (Muhammad) mengaku-ngaku telah pergi ke Baitul Maqdis dalam semalam”, beliau pun tanpa ragu-ragu menjawab, “Jika Muhammad berkata demikian, maka itu benar”.

Abu Bakar ra menemani perjalanan hijrah Rasulullah dengan jiwa raganya. Teringat oleh kita tentang sebuah kisah bagaimana beliau merelakan kakinya untuk digigit oleh binatang berbisa untuk menjaga Rasulullah yang sedang tertidur di gua Tsur.

Pengorbanan hartanya pun tidak tertandingi. Umar bin Khattab RA bercerita, “Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk bersedekah, maka kami pun melaksanakannya. Umar berkata: ‘Semoga hari ini aku bisa mengalahkan Abu Bakar’. Aku pun membawa setengah dari seluruh hartaku. Sampai Rasulullah bertanya: ‘Wahai Umar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’. Kujawab: ‘Semisal dengan ini’. Lalu Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya. Rasulullah lalu bertanya: ‘Wahai Abu Bakar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’. Abu Bakar menjawab: ‘Ku tinggalkan bagi mereka, Allah dan Rasul-Nya’. Umar berkata: ‘Demi Allah, aku tidak akan bisa mengalahkan Abu Bakar selamanya’” (HR. Tirmidzi)

Itulah secuil kisah Sahabat Abu Bakar RA. Cintanya kepada Allah dan Rasulullah mengantar pada kisah-kisah pengorbanan yang menjadi keteladanan sepanjang jaman. Lalu, dimanakah kita berada? “Hanya” menjadi penonton yang berdecak kagum? Atau bertindak sekarang juga meneladani kisah beliau?

Dan kelak, orang yang paling takwa akan dijauhkan dari neraka itu. Mereka adalah orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah untuk membersihkannya, padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu ni’mat kepadanya yang harus dibalasnya. Dia memberikan itu semata-mata karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan. [QS. Al Lail 17-21]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s