Madinah yang Penuh Cinta

Saya mencintai kota ini. Udaranya, kesantunan orang-orangnya, dan tentu saja masjidnya. Mungkin karena ada Rasulullah di sini. Cinta beliau merupakan magnet yang menyedot milyaran bentuk cinta lain datang & berkumpul di kota ini.

Saya mencintai kota ini. Cinta sejak kunjungan pertama. Anak pertama dan juga perusahaan pertama yang saya dirikan, saya beri nama Medina sebagai ungkapan cinta kepada kota Sang Nabi ini.

Saya mencintai kota ini. Ketika harus meninggalkannya selalu terjadi hujan tangis. Mulai dari tangis merengek seperti anak kecil yang dipaksa pulang dari taman bermainnya, sampai tangisan menderu seorang kekasih yang sedang kehilangan cintanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s