Zuhud

Zuhud adalah kualitas hati manusia-manusia terpilih. Hati yang tidak  lagi memiliki kecenderungan pada dunia, hanya Allah, Allah, Allah serta apa-apa yang bermanfaat untuk kehidupan akhirat. Zuhud menjadi salah satu kualitas keshalehan yang mencerminkan tebalnya iman dan tegaknya keyakinan.

Seorang yang zuhud bukanlah seorang yang menolak kepemilikan dunia. Seorang yang zuhud adalah seorang yang memahami betul hakikat dunia dan akhirat. Seorang yang zuhud memiliki keyakinan yang teguh bahwa dunia hanyalah kesenangan fana yang akan menipu siapa saja yang cenderung kepadanya. Maka, seorang yang zuhud tidak punya ikatan emosional “secuil” pun terhadap dunia, baik itu harta benda maupun status atau jabatan. Seorang yang zuhud tidak peduli, apakah dia miskin atau kaya, berpunya atau tidak berpunya. Kepentingan seorang zuhud hanya satu, cinta Tuhannya.

Zuhud adalah amalan hati, keyakinan yang kokoh, lebih mengharapkan jannah, maghfirah dan ridho Allah dibandingkan dengan dunia. Menjadikan dunia hanya sebatas pada genggaman tangan, tanpa menizinkannya merasuk ke dalam hati. Dengan keyakinan seperti itu, ketika ditimpa suatu musibah hilangnya harta, status atau jabatan, maka seorang yang zuhud lebih mengharap ampunan dan pahala dari Allah dibandingkan kembalinya kesenangan dunia itu.

Seorang yang zuhud bukan berarti dia akan meninggalkan dunia dan mengurung diri di masjid. Seorang yang zuhud menempatkan dunia sebagai alat semata, untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam koridor amal shalih. Semata untuk menunaikan amanah sebagai khalifatul fil ardh sebaik-baiknya, menjadikannya sarana untuk untuk semakin taat dan meraih cinta Allah SWT.

Mari kita simak beberapa Kalam Ilahi dalam Surat Al Hadiid:

20. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

21. berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.

22. tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

23. (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s