Ketika Doa Kita Dijawab OlehNya

Suatu ketika, dengan khusyuk, kita bermunajat kepada Allah untuk diberikan kelapangan rizki. Lalu, Allah yang Maha Baik mengabulkan doa itu dengan cara dimampukannya kita menghafal QS Al Waqiah, karena Dia telah berjanji melalui RasulNya, barangsiapa mendawamkan membaca Al Waqiah maka hidupnya akan “kaya”.

Tapi kita bukannya berterimakasih lalu mengamalkannya, sebaliknya kita biarkan hafalan kita menguap karena jarang dibaca kembali. Fabiayyi Aalaaaa irabbikumaa tukadz-dzibaan …

Setiap pagi, dengan penuh harap kita meminta pekerjaan yang barokah. Lalu Allah Yang Maha Mendengar mengabulkan doa kita tersebut. Dia menghadirkan kejadian yang membuat kita kenal dengan orang2 tertentu yang akan menjadi sarana datangnya pekerjaan tersebut.

Tetapi kita mengabaikannya. Kita malas dalam bersilaturahmi. Hanya ketika butuh saja kita datangi kawan2 tertentu yang sekiranya mempunyai “aset” untuk menyelesaikan problema kita. Fabiayyi Aalaaaa irabbikumaa tukadz-dzibaan …

Setiap Subuh kita juga bermunajat agar dijauhkan dari bala dan bencana. Lalu Allah Yang Maha Penyayang mengirim proposal anak yatim ke meja kerja kita. Dia juga yang membuat istri/suami kita berbisik, “kita berwakaf yuk”. Dia pula yang mengetuk hati kita dengan mengijinkan kita mendengar berbagai taushiah sedekah.

Tapi kita bebal. Atas nama perencanaan keuangan proposal anak yatim tidak kita baca. Dengan dalih kebutuhan anak, kita enggan berwakaf aset tetap.  Fabiayyi Aalaaaa irabbikumaa tukadz-dzibaan …

Ketika Doa kita dijawab olehNya, sudah siapkah kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s