Jalan Sepi Seorang Pejuang

Ketika tak satupun orang di sekitar yang memahami pembicaraan, maka dialog dalam hati akhirnya menjadi satu-satunya pilihan. Maka, segala gundah pun akhirnya tersimpan rapat, hanya untukMu, Wahai Sang Maha Pendengar Sejati.

Ketika apa yang dianggap penting tidak lagi menjadi prioritas banyak orang, maka keteguhan hati menjadi sandaran. Aku bekerja untukMu, Wahai Sang Pemilik Semesta.

Mungkin inilah yang disebut jalan sepi seorang pejuang. Ketika investasi harta tak bisa diukur ROInya. Ketika setiap ikhtiar disambut dengan kesangsian. Ketika lambat laun kemudian frekuensi pikiran ini benar-benar berbeda dengan yang lain.

Mungkin inilah yang disebut ujian persistensi dalam perjuangan. Ujian Istiqomah. Seberapa kuat raga ini menopang. Serapa kokoh hati ini bertahan. Seberapa jauh kaki ini melangkah.

Rabbii, sungguh, ketika ribuan setan mengeroyok & mencoba merobohkan pertahanan, cukuplah satu Engkau sebagai penjaga hati ini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s