Umrah di Mata Saya

Sungguh, syukur tak terhingga tersemat hanya untuk Dia, Allah Yang Maha Baik, yang untuk kelima kalinya berkenan mengundang saya, hambaNya yang dhoif ini untuk melakukan umrah. Menyimak perjalanan haji dan umrah, tidak dapat dipungkiri mempunyai hikmah yang unik di setiap perjalanannya. Namun demikian, pada kesempatan kali ini saya menuliskan sedikit hal esensial tentang Umrah, semata berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya sendiri.

Umrah adalah Perjalanan Ruhiyah

Umrah pada hakekatnya adalah perjalanan ruhiyah. Jasad lahir kita hanyalah pengantar semata. Tidak akan perjalanan itu terjadi jika tidak ada undangan dari Allah Sang Penguasa Jiwa. Keberangkatan umrah tegas dan jelas bukan karena uang, tetapi karena kita diundang oleh Allah.

Maka, kita harus persiapkan ruhiyah kita untuk menempuhi perjalanan agung tersebut. Kita harus persiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Tentu kita tidak ingin memasuki istanaNya dalam keadaan kotor, maka mari awali dengan pertobatan yang sungguh-sungguh. Kita inventarisir daftar dosa-dosa kita, lalu minta ampun dengan sungguh-sungguh.

Umrah adalah Ziarah

Umrah adalah ziarah. Dua monumen peradaban terbesar kita kunjungi, Masjidil Haram di kota suci Makkah dan Masjid Nabawi di kota suci Madinah. Satu demi satu tapak sejarah peradaban dan perjalanan dakwah Rasulullah kita napaktilasi.

Tapak sejarah yang luar biasa. Di dalamnya terdapat kisah-kisah heroik yang memberikan inspirasi kejuangan yang sarat makna. Namun, satu hal yang lebih penting adalah, meneladani betapa Rasulullah dan para sahabatnya itu begitu mencintai Allah serta memiliki keyakinan yang tegak & tegas bahwa satu2nya pertolongan adalah pertolongan Allah.

Umrah adalah Sekolah

Rangkaian kejadian selama umrah, mulai dari berangkat sampai dengan pulang lagi, tidak dapat dipungkiri penuh dengan dinamika. Ada ujian sabar, ada cobaan tenggang rasa, ada ujian konsistensi ibadah, dan sebagainya. Yang pasti, semua rangkaian kejadian tersebut menjadi sekolah buat kita. Silabusnya dan pelajarannya langsung disiapkan Allah untuk kita, presisi sesuai dengan kebutuhan kita.

Maka, selama umrah, kita harus membuka diri atas setiap pelajaran yang ada. Mata hati harus terus ditajamkan untuk menangkap ribuan hikmah yang datang. Semua pelajaran dan hikmah itulah yang kemudian menjadi bekal kehidupan setelah pulang umrah

Umrah adalah Puzzle Doa

Tanah suci memiliki keistimewaan dengan banyaknya tempat-tempat yang memiliki keutamaan sebagai tempat terkabulnya doa. Mulai dari Multazam, Raudhah, dan berbagai tempat lainnya. Disinilah terdapat kesempatan emas untuk kita semua memanjatkan doa-doa terbaik kita. Disinilah saat terbaik untuk menata impian, merangkai harapan terbaik lalu menyandarkannya ke Allah Sang Penguasa Kehidupan.

Momen berdoa di tempat terbaik ini tidak berhenti pada pengucapan harapan semata, karena doa pada hakekatnya bukan semata penyampaian keinginan. Lebih dari itu, doa adalah peneguhan bahwa kita hamba. Doa adalah deklarasi bahwa kita butuh Dzat Yang Maha Kuat itu, satu-satunya yang sanggup untuk memenuhi segala keperluan kita.

Itulah sedikit catatan tentang Umrah dalam sudut pandang saya. Semoga menjadi satu lagi pelengkap motivasi bagi kita semua untuk semakin menebalkan rajutan doa agar Allah SWT berkenan mengundang kita ke tanah-suciNya. Beberapa catatan lain tentang perjalanan Umrah dapat dilihat di tautan (link) sebagai berikut: Undangan Allah dan Memori Umrah

2 thoughts on “Umrah di Mata Saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s