Hikmah Sakit

Anda sedang sakit?? Hmm … inilah kesempatan berharga, peluang emas, jangan sampai disia-siakan …

Mungkin anda bertanya-tanya, bagaimana mungkin sakit yang identik dengan penderitaan disebut sebagai peluang emas. Memang betul, episode sakit adalah episode yang tidak mengenakkan. Meski hanya kaki yang bengkak, seluruh badan ikut merasakannya. Meski hanya satu jari yang luka, seluruh perasaan menjadi labil, akibatnya pekerjaan pun tidak lagi produktif. Namun, di sisi lain, sakit bisa menjadi kesempatan berharga bagai seseorang yang pandai memetik hikmah.

Ketika episode sakit benar-benar datang, yuk kita selami, lau kita petik hikmahnya yang seluas samudera itu. Sungguh rugilah kita, jika sudah sakit, lalu tidak mendapatkan hikmah apapun. Nah, berikut adalah beberapa hikmah sakit yang penulis bagi …

Pertama, SAKIT adalah UJIAN buat kita apakah kita layak disemati gelar “ahli syukur”. Ketika kita mendapatkan tambahan harta, lalu kita bersyukur, itu biasa. Tetapi ketika kita sakit, tetapi kita tetap bersyukur, itu baru luar biasa.

Allah Yang Maha Baik ingin menaikkan derajat kita menjadi ahli syukur. Kita mau naik kelas, maka kita harus ujian dulu. Maka, Dia memberikan tangganya berupa ujian sakit. Memang tidak enak naik tangga, capek, lelah, namun setelah berhasil melewatinya, InsyaAllah kemuliaan dari Allah sudah menanti.

Mengapa sakit menjadi ujian untuk membuktikan kualitas syukur? Karena sebenarnya sakit yang kita rasakan itu tidak ada apa2nya dibandingkan dengan luasnya karunia dan kenikmatan yang diberikan olehNya. Seringkali, kita hanya berfokus pada bagian tubuh yang sakit saja, seharian mengeluh di bagian itu-itu saja, padahal pada saat yang bersamaan bagian tubuh lain masih berfungsi sempurna, maha karya Dia yang Luar Biasa.

Kedua, SAKIT adalah PRASYARAT terkabulnya DOA. Seringkali terkabulnya sebuah doa tertunda karena dosa-dosa yang kita lakukan.

Dosa mata, dosa telinga, dosa mulut, prasangka, sedikit demi sedikit menumpuk tanpa kita sadari. Karena tidak sadar, kita tidak pernah menyesalinya, akhirnya dosa-dosa tersebut tidak pernah kita tobati. Lalu Allah Yang Maha Baik mengkaruniakan sakit untuk menghapus dosa-dosa tersebut, sehingga apa yang kita munajatkan dalam doa tidak terhalang lagi.

Ketiga, SAKIT adalah PERINGATAN atas kualitas kita dalam manajemen diri. Sakit menjadi tempat kita berkaca betapa sering kita abai atas kualitas makanan. Kita sering tidak adil kepada tubuh atau tidak memberikan hak yang memadai untuk istirahat, padahal Allah Sang Khalik telah mengamanahkan tubuh ini dengan segala kehebatan dan kecanggihan mekanismenya. Maka, yuk kita manfaatkan episode sakit sebagai momentum introspeksi diri kita.

Demikian beberapa hikmah sakit. Semoga tulisan ini menjadi energi untuk kita semua untuk tetap tersenyum dalam mengarungi ujian sakit ….

 

3 thoughts on “Hikmah Sakit

  1. Baru pertengahan Desember kemarin sendi jempol kaki kanan bengkak karena asam urat. Betapa ringkihnya diri kita ini ternyata. Hanya sebuah sendi saja bengkak sudah membuat kita sulit beraktivitas. Memang, di saat bengkak itu rasa syukur atas kesehatan justr semakin besar. Ternyata sehat itu memang salah satu nikmat yang luar biasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s