Tentang Jodoh atau Pasangan Hidup atau Garwa

Menurut saya, sumber kegalauan terbesar di dunia saat ini adalah masalah JODOH. Inilah pertanyaan yang terus relevan di sepanjang usia manusia, dalam berbagai bentuk dan perspektif. Inilah masalah yang misterinya tidak akan pernah habis dibahas dalam ratusan seminar.

Banyak diantara kita yang bertekad, “Saya mau pasangan yang benar-benar mencintai diri saya”. Beberapa di antara kita berkata, “Saya mau pasangan yang good looking“. Beberapa lainnya “Saya ingin pasangan hidup yang potensial”. Ada juga yang berkata, ” Saya mau pasangan yang siap”. Di beberapa tempat ada juga yang berkata, “Nggak penting seperti apa pasangan saya, yang penting setelah menikah nanti saya nggak mau mikir berat-berat lagi”. Ada juga yang penuh determinasi mengatakan, “Saya mau pasangan yang sholeh, yang bisa mengajak bersama2 ibadah”.

Tidak dapat dipungkiri, kita memiliki gambar di alam bawah sadar kita tentang pasangan idaman. Pengalaman hidup, latar belakang keluarga, ilmu yang diserap, tetangga yang diamati, gosip yang didengar, semuanya membentuk gambar tentang bagaimana seharusnya pasangan itu. Maka, hampir dapat dipastikan setiap individu di dunia ini memiliki persepsi, gambaran atau perceived value yang berbeda-beda.

Pertanyaannya, apakah gambaran pasangan ideal yang kita miliki itubenar-benar sesuatu yang terbaik buat kita?

Ketika seseorang mengatakan jatuh cinta pada seseorang yang lain, jangan-jangan yang jatuh cinta adalah matanya karena melihat sesuatu yang menarik mata di diri seseorang tersebut. Atau jangan-jangan yang jatuh cinta adalah telinganya karena mendengar buaian kata dari seseorang tersebut. Bisa jadi pula yang jatuh cinta adalah logikanya karena semua hal logis yang dibangun tentang pasangan ideal ada di seseorang tersebut. Atau, mungkin yang jatuh cinta adalah perasaannya??

Sejatinya, bicara jodoh adalah bicara hati. Hati disini bukan sekedar liver, tetapi Qolb, sebuah radar dalam diri kita yang berisi banyak sekali informasi berharga. Kita sering mendengar ungkapan, “dengarlah kata hatimu”, karena dari hatilah muncul suara terjernih dan termurni tentang segala yang terbaik buat kita. Kok bisa begitu? karena melalui hatilah Tuhan berbicara dengan kita. Tetapi sayangnya, seringkali kita tidak dapat mendengar suara hati kita sendiri, karena terlalu bising oleh suara mata, suara telinga, suara perasaan, dan sebagainya.

Ya, bicara jodoh adalah bicara tentang suara hati. Tuhan Maha Baik. Dialah yang tahu persis pasangan terbaik buat kita itu seperti apa, baik fisiknya maupun mentalnya. Inilah yang disebut dengan jodoh sebagai takdir. Tapi Tuhan tidak ‘egois’, Dia yang Maha Baik itu sebenarnya telah mengkomunikasikan hal tersebut dalam hati kita. Radar hati lalu tanpa lelah memancarkan gambaran tersebut. Namun sayang, kita sering menulikan dan membutakan diri sendiri dengan cintanya mata, cintanya telinga atau cintanya perasaan tadi.

Akibatnya, sering kita merasa capek urusanjodoh ini. Kita mencari dan mengejar yang bukan jatah kita. Alangkah beruntungnya kita yang jatuh cinta pada seseorang dan jatuh cintanya itu selaras dengan pancaran radar hati tadi. Sebaliknya, alangkah sengsaranya seseorang jika dia jatuh cinta pada seseorang tetapi tidak sesuai dengan frekuensi radar hati, karena pasti jatuh cintanya itu tidak berujung pada perjodohan. Bisa jadi kita akan tersesat, jatuh cinta sama jodohnya orang lain. Hmm, betapa galaunya fenomena ini …

Maka, sebelum kita jatuh cinta, jagalah pandangan dan pendengaran kita. Jika kita mampu menjaga panca indera kita dengan baik, maka tidak akan terdapat banyak ‘noise’ yang menganggu radar hati kita.

Akhirnya, kunci dari segalanya adalah berdialog dengan Tuhan. Berdoalah. Dahulukan berkomunikasi denganNya dibandingkan memanjakan perasaan. Prioritaskan mematuhi perintahnya dibandingkan mengurusi hal-hal lainnya. Kalau sudah demikian, pasti kita akan jodoh mendekat, kebahagiaan didapat.

3 thoughts on “Tentang Jodoh atau Pasangan Hidup atau Garwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s