Hanya Keselamatan dan Kebaikan yang Datang dariNya (As Salaam)

Ketika kita belajar mengenali Tuhan melalui asmaulhusna Al Malik, terbayang oleh kita Sang Raja yang kekuasaannya tidak tertandingi. Dia tidak sekedar menguasai makhluk, tetapi Dia juga menguasai kejadian dan takdir yang meliputinya. Bayangkan jika sifat Al Malik tersebut melekat pada manusia, mungkin kita akan khawatir adanya penyalahgunaan kekuasaan. Sejarah membuktikan betapa banyak penguasa yang dzalim karena kekuasaannya yang tidak terkendali.

Nah, Allah adalah As-Salaam. Dengan kekuasaan yang tidak terbatas tersebut, Dia mengajarkan kepada kita tentang salah satu julukanNya yang menyejukkan, yaitu As-Salaam. Allah sebagai As-Salaam bermakna bahwa hanya keselamatan dan kebaikan sajalah yang datang dariNya. Segala perbuatanNya akan terhindar dari keburukan dan kejahatan. Dari sini kita memahami Tuhan sebagai sumber keselamatan dan kebaikan. Tidak ada dalam takdirNya yang mengandung keburukan bagi makhluk-makhlukNya.

Bukan sekedar kebetulan Asma As-Salaam ditempatkan di urutan keenam setelah Al Malik dan Al Quddus. Semacam sebuah garansi, bahwasannya Dia yang Maha Kuasa dan Maha Sempurna itu tidak akan mengijinkan sesuatu yang terjadi atau tercipta dengan KekuasaanNya melainkan sebuah kebaikan dan keselamatan. Dengan pemahaman ini, semakin kokohlah keyakinan kita untuk selalu berbaik sangka kepada Allah.

Pada tingkat pemahaman berikutnya, As-Salaam memberikan pengertian bahwa Dia tidak sekedar melahirkan kebaikan dan keselamatan, tetapi dariNya lah bersumber segala kebaikan di muka bumi ini. Maka, Salaam dalam arti kebaikan, keselamatan dan kesejahteraan yang terkait pada manusia (baik sebagai subyek maupun obyek) pasti berasal dari Allah. Jika menginginkan keselamatan dalam kehidupan ini, mintalah kepada Allah, karena Dialah sumber keselamatan itu. Jika mendambakan kehidupan yang bermanfaat dengan menjadi sumber kebaikan buat manusia lain, mintalah kepada Allah, karena Dialah sumber segala keselamatan dan kebaikan.

Maka, pantaslah jika kita pancangkan doa di setiap selesai shalat, Allahumma Antassalaam (Wahai Allah, Engkaulah As-Salaam), Wa Minkassalaam (dariMu bersumber As-Salaam), Wa Ilaika Ya’udussalaam (kepadaMu kembalinya As-Salaam), Fahayyina Rabbana Bissalaam (maka Hidupkanlah kami dengan As-Salaam), Wa Adkhilnal Jannata Daarassalaam (dan masukkanlah kami kelak ke surga, negeri As-Salaam).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s