Membangunkan Anak Sebelum Mereka Tidur

Suasana heboh di pagi hari saat membangunkan anak-anak mungkin menjadi suasana khas di rumah kita masing-masing. Terutama bagi yang kita yang anak-anaknya sudah memasuki usia sekolah. Salah satu hal yang sering menjadi concern kita adalah “susahnya” membangunkan anak-anak di pagi hari. Dari mulai cara lemah lembut, sampai pakai ancaman. Atau beberapa pakai asmaul husna (in a bad way), maksudnya teriak2 menyebut nama Allah karena si anak tidak bangun2 juga.

Nah, ada sebuah tips yang saya pelajari yang saya ingin bagi dalam tulisan ini. Sebuah kiat bahwa untuk membangunkan anak2, yaitu “bangunkanlah mereka sejak sebelum tidur”. Maksudnya apa? Simak selanjutnya …

Pada saat anak-anak meredup alias ngantuk di malam hari, ajaklah bicara tentang esok hari. Tentu saja dengan penuh excitement ala anak-anak sesuai umurnya. Misal, ajak ngobrol “kakak, adek … kalian tahu nggak, bulan purnama tuh kalau titik paling terangnya pas subuh loh. ada yang mau lihat besok pagi??”, begitu muncul eagerness, sambung lagi, “besok pagi siapa yang mau dibangunin ayah?”, acung tangan deh semua. Kalau sudah begitu, dijamin ketika pagi menjelang, cukup dengan bisikan saja anak-anak itu sudah terbangun.

Ada banyak hal yang bisa jadi bahan untuk membangunkan anak2 sebelum tidurnya. Kadang saya juga menggunakan teknik “self-recognition“. Teknik tersebut dimulai dengan dialog menjelang tidur tentang siapa diri kita sebenarnya. Salahsatunya dengan membahas bahwa kita adalah hamba Allah dan kebahagiaan terbesar bagi kita adalah ketika disayang oleh Allah, tentu saja harus dengan penuh kreativitas sesuai umur anak. Lalu sambung dengan pertanyaan, “siapa anak ayah yang mau jadi kesayangan Allah?”, lalu mereka akan berebut acung tangan. Nah, paginya, kita membangunkan dengan sebuah trigger, “Adek, tahu nggak, anak kesayangan Allah itu bangunnya pas ada adzan shubuh loh”.

Ada juga pendekatan reward. Kalau yang ini, yang disentuh adalah pendekatan perilaku. Dalam pendekatan ini, kita buat kontrak di malamnya. Misalnya, kita menjanjikan sesuatu bagi yang bangun pagi, atau sebaliknya kita berikan punishment jika bangun melewati jam 06.00, dan sebagainya.

Silahkan dipilih dan dikombinakasikan beberapa contoh di atas, karena contoh-contoh tersebut merepresentasikan pendekatan perilaku, pendekatan nilai dan pendekatan hati. Ini berlaku untuk semua umur ya, termasuk bayi yang masih merah, karena melek pada saat shubuh adalah sesuatu yang luar biasa. Pastikan semua orang di rumah kita terbangun pada waktu shubuh itu.

Yang pasti, orang tua harus sangat kreatif, mampu menyelami pikiran anak dan FOKUS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s