Prasyarat Kepemimpinan

Dalam sejarah dunia ini, ada banyak role-model kepemimpinan yang bisa kita jadikan referensi. Setiap saat terbit buku tentang biografi tokoh yang di dalamnya terdapat contoh-contoh kepemimpinan baik dalam pemikiran maupun tindakan. Selain itu, telah berkembang pula teori kepemimpinan yang juga telah ditulis dalam ribuan buku. Telah banyak dibahas bagaimana ciri sebuah kepemimpinan, apakah kepemimpinan itu dilahirkan atau diciptakan, dan sebagainya.

Dari sekian banyak referensi kepemimpinan tersebut, terdapat sebuah inspirasi indah dalam kisah Nabi Yusuf ketika beliau mengajukan diri sebagai Menteri Keuangan Mesir pada jamannya. Sebuah dialog antara Raja Mesir dan Nabi Yusuf yang diabadikan dalam Surat Yusuf (54-55)

Dan raja berkata: “Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang dekat denganku.” Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengannya, dia berkata: “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami.” Berkatalah Yusuf: “Jadikanlah aku bendahara negara (Mesir). Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga (hafidzh) lagi berpengetahuan (‘aliim)” (Yusuf: 54-55)

Sang pemimpin haruslah seorang yang mampu menjaga amanah yang diembannya. Langkah awal untuk ini adalah bagaimana sang pemimpin membangun mekanisme penjagaan dirinya sendiri dari penyakit hati. Kalau sang pemimpin bisa membentengi dirinya sendiri dari prasangka, dusta, ghibah, fitnah, atau godaan makan harta haram, dipastikan dia akan mampu menjaga amanah yang lebih besar.

Sang pemimpin juga harus cakap, memiliki pengetahuan luas tentang area kepemimpinannya. Pengetahuannya tidak setengah-setengah, harus mendalam sampai akarnya. Dalam dunia yang dinamis ini, maka prasyarat ini mendorong seorang pemimpin untuk mau dan mampu selalu belajar tiada henti. Dalam proses belajar ini, sang pemimpin harus aktif mendengarkan, cakap menganalisis untuk kemudian mampu bertindak dengan benar. Apa yang harus diketahui tidak selalu tertulis di buku, tetapi bisa jadi terbersit dalam benak khalayaknya. Maka, kemampuan merangkul dan menggali informasi menjadi bagian dari prasyarat ini.

Itulah sekelumit tentang kepemimpinan, terinspirasi oleh kisah Nabi Yusuf. Semoga menjadi inspirasi pula untuk kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s