Pandangan Mata Laksana Anak Panah

Pandangan mata kita pada hakekatnya laksana anak panah. Begitu terlepas dari busurnya, dia melesat kencang tanpa bisa kita tarik kembali. Ketika mencapai sasaran, dia menghunjam, meninggalkan bekas yang mungkin tidak bisa kita perbaiki.

Pandangan mata kita pada hakikatnya sedang menuliskan cerita. Apa yang dilihat oleh mata kita dalam sekejap menjadi sejarah. Begitu melihat sebuah peristiwa, seketika pula peristiwa itu terekam. Tidak peduli cerita baik atau cerita buruk.

Terkadang kita menyesali apa yang kita pandang. Namun, sayangnya kita tidak bisa memutar waktu. Apa yang bisa kita lihat tidak bisa kita hapus. Tidak ada option ‘undo‘ atau ‘delete‘ atas pandangan yang telah terjadi.

Mata adalah gerbangnya hati. Pandangan mata adalah energi yang mengalir ke hati, memantik reaksi dan suasana tertentu dalam hati.  Di satu sisi dari situlah hadir berbagai gairah positif, dorongan berkarya, juga berbagai empati. Namun, disisi lain, pandangan adalah pembuka prasangka, pembangkit nafsu, juga pemicu amarah.

Mari kita jaga pandangan …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s