Misi Pendidikan

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu” (At-Tahrim : 6)

Menentukan misi pendidikan dalam keluarga tidaklah mudah, apalagi mengimplementasikannya. Berbagai pengaruh kondisi dunia memberikan jebakan-jebakan tersendiri. Jika tidak berhati-hati, kita akan salah menempatkan prioritas, yang pada gilirannya akan menjadikan pendidikan salah arah. Kalau pendidikan keluarga salah arah, maka generasi mendatang dikhawatirkan menjadi generasi yang ambigu, sebuah generasi yang mungkin cerdas secara intelektual namun gagap secara spiritual, atau sebaliknya.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai sebagai sebuah “jebakan” dalam menetapkan misi pendidikan adalah:

  • Salah pandang terhadap “apa yang penting”. Apa “skill of life” yang paling dibutuhkan anak-anak kita?
  • Salah perspektif tentang waktu. Anak-anak kita tidak akan hidup pada waktu kita, tetapi pada waktu mereka. Dalam hal ini, kemampuan membaca situasi masa depan akan sangat menentukan perspektif yang kita punyai

Misi pendidikan bisa apa saja. Namun, sejatinya kita harus membekali anak-anak kita dengan sebuah keahlian dasar dan fundamental, yang dengan keahlian itu apapun masalahnya dia dapat menyelesaikan dengan baik. Apakah keahlian itu? yaitu keahlian untuk merasakan kehadiran Tuhan, kemampuan berdialog denganNya dan menjadikanNya sebagai satu-satunya sandaran.

Wallahualam

One thought on “Misi Pendidikan

  1. Subhanallah, Memang tak mudah untuk istiqamah dalam menjalani misi hidup ini. Sejatinya hidup memang mesti diselaraskan dengan Yang Maha Pemberi Perintah Misi. Sudah mafhum kita, bahwa misi hidup kita adalah ibadah tapi wualah… susah nian berjalan ajeg di atas rel ini. Jika kita membeli bohlam lampu ternyata tidak bisa menerangi ruangan yang memang sudah jadi misinya sebagai penerang…Lalu apa yang bisa kita lakukan setelah memperbaikinya tapi tak juga kunjung baik? tentu kita akan buang bohlam bohlam lampu itu ke tong sampah. Waduh… lalu bagaimana jika kita diberi hidup tapi tidak menjalani misi hidup kita? Tentu “tong sampah”-Nya siap menanti kita… Na’udzubillah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s