Ketika tak ada lagi tempat berlabuh …

Ketika tak ada lagi tempat berlabuh di dunia fana ini, semakin aku merindumu. Ketika semua makhluk di sekitarku berperilaku sendiri-sendiri, untuk kepentingan sendiri-sendiri, semakin terasa betapa aku mendambamu …

Duhai kekasih, engkaulah tempat terbaikku, yang selalu mendengar serumit apapun curahan hatiku. Duhai cinta, engkaulah penghiburan terbaikku, melalui untaian kata dalam surat-surat cintamu nan agung dan mempesona …

Dalam letih ini, dekaplah jiwaku dengan kehangatan selimutmu. Dalam lelah ini, ijinkan aku menangis untuk segala gundah & kerinduan … ijinkan aku … ijinkan …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s