Ketika sariawan begitu perih terasa …

Entah kenapa sariawan kali ini begitu perih, membuat sulit bicara juga makan. Memikirkan beberapa obat, namun sejatinya hati gelisah, mengapa Allah memberikan episode sariawan ini?

Mungkin diri ini terlalu sering dusta, berkata tidak yang sebenarnya. Atau menambah-nambahi dan melebih-lebihkan dari kenyataan yang ada, semata demi sebuah orasi indah yang berujung pujian manusia. Astaghfirullah … sebegitu sering dusta ini dilakukan sehingga tidak lagi ada getaran rasa bersalah ketika melakukannya. Maafkan hamba ya Rabbi …

Mungkin dari mulut ini terlalu sering terlontar amarah, yang tak terkendali, semata menuruti nafsu. Apa saja yang tidak sesuai di hati memicu amarah. Apa saja yang menganggu direspon dengan makian. Astaghfirullah … begitu indah nafsu memoles amarah, sampai-sampai perilaku negatif itu terasa indah dan manis di mulut. Ampuni Ya Rabbi …

Ah iya, rasa-rasanya mulut ini sering berlari terlalu cepat. Banyak yang diucapkan tapi sedikit yang diamalkan. Apalagi yang berupa nasehat-nasehat berbungkus dakwah, taushiah, ceramah dan sebagainya. Atas nama ego yang tidak mau kalah, mulut ini terlalu sering menciptakan “panggung” kesucian, padahal kenyataannya kualitas yang ngomong masih jauh dari yang diomongkan. Astaghfirullah. Ngapunten ingkang katah Gusti

Ketika sariawan begitu perih terasa, semoga hamba tersadar bahwa inilah cinta dan sayangNya. Dia tidak membiarkan hambaNya terus terlena dengan manisnya pujian karena olah kata yang sebenarnya penuh dusta ….

One thought on “Ketika sariawan begitu perih terasa …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s