Disabilities to Learn

Setiap hari kita mengalami berbagai peristiwa, baik yang menghadirkan suka maupun duka. Setiap hari pula, panca indera kita menjadi gerbang datangnya berbagai informasi, baik positif maupun negatif. Berbagai peristiwa dan informasi tersebut seyogyanya menjadi bahan pembelajaran buat kita semua. Alangkah ruginya kita, jika melewatkan hari tanpa ada sesuatu yang kita pelajari.

Ternyata, tidak mudah menjadi pembelajar. Sebanyak apapun peristiwa yang kita alami, sesering apapun kita membaca, semua itu tidak akan efektif jika kita masih memiliki sikap mental yang menjadi penghalang terjadinya proses belajar. Itulah yang saya sebut sebagai “disabilities to learn“. Sebuah sikap mental yang membuat apa yang kita baca hanyalah sebagai bacaan, apa yang kita lihat hanya sebagai peristiwa dan apa yang kita dengar hanyalah lintasan kabar. Sebuah sikap mental yang membuat kita merugi karena kita tidak pernah belajar, dan ujungnya kita tidak pernah menjadi lebih baik.

Apa sajakah sikap mental yang tergolong sebagai “disabilities to learn“?

Pertama, merasa sudah pandai. Perasaan ini menjadi musuh nomor satu jika kita menjadi lebih baik. Perasaan sudah pandai akan mem-block semua jalan2 untuk belajar. Sadarilah kawan, sehebat apapun diri kita, selalu ada ilmu yang belum kita kuasai.

Kedua, merasa bahwa sumber masalah ada di luar kita. Perasaan dan sikap mental seperti ini membuat kita tidak pernah merasa kurang. Setiap kekurangan, kekalahan atau ketidaksempurnaan kita atributkan sumbernya pada orang lain atau kelompok lain. Mari kita membangun kesadaran bahwa tidak ada masalah selain penyebabnya ada dalam diri atau kelompok kita sendiri.

Ketiga, merasa bahwa kita adalah korban. Setiap hari pasti kita mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan. Sejatinya, itulah sarana kita belajar. Namun, sayangnya kita sering menikmati perasaan menjadi korban, akibatnya jalan hikmah menjadi tertutup.

Demikianlah, ketiga sikap mental yang menghalangi diri kita menjadi seorang pembelajar. Selamat menderita bagi kita yang terjangkit sikap-sikap mental tersebut, dan selamat menikmati keindahan belajar bagi siapa saja yang berhasil mengatasi ketiga disabilities to learn tadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s