Karena Allah

Tak terbantahkan bahwasanya apa yang kita miliki adalah pemberian Allah. Tubuh kita dan segenap organnya adalah ciptaanNya. Segala karya yang kita hasilkan rasa-rasanya juga tidak mungkin ada tanpa pertolonganNya. Dia begitu Pemurah, menjaga diri kita, memelihara kehidupan kita, dan menyempurnakan takdir kita.

Dia yang begitu berjasa kemudian menitipkan anak kepada kita, sambil berpesan agar anak titipannya itu “dikelola” agar menjadi hamba yang baik, khalifah yang bermanfaat dan berakhir kehidupannya di Surga. Apa yang kemudian kita lakukan ketika mendapat titipan itu?

Dua paragraf di atas adalah pertimbangan yang seyogyanya kita miliki atas semua yang kita lakukan buat anak-anak kita. Jadi, ketika kita menyekolahkan mereka, itu bukan karena berbagai alasan terkait dunia, tetapi karena semata-mata kita ingin agar Allah “senang” karena kita mengelola titipannya sesuai dengan arah yang diinginkanNya. Maka, segenap sumber daya kita kerahkan untuk anak kita bukan karena mereka “anak kita”, atau karena kita menyayangi mereka, tetapi karena mereka adalah titipan Allah, Dzat yang telah begitu berjasa dalam kehidupan kita.

Itulah yang disebut “Mencintai Anak karena Allah”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s