Menjadi Ahli Tawakal

Dalam tulisan sebelumnya, telah dibahas tentang bagaimana kita seharusnya menyerahkan penyempurnaan segala sesuatu kepada Sang Wakil [baca lagi “Wakilkan kepada Sang Wakiil”]. Siapa saja yang telah mewakilkan segala urusannya kepada sang Wakil, maka dia telah bertawakal. Tulisan kali ini mencoba mengeksplorasi bagaimana kita memiliki ketrampilan hati agar memiliki refleks TAWAKAL.

Tawakal tidak bisa kita letakkan “hanya” sebagai penutup ikhtiar. Tawakal adalah sikap hati yang menjadikan Allah Al Wakiil sebagai sandaran penyempurna, sejak kita berniat sampai dengan selesainya sebuah ikhtiar tertentu. Dengan demikian, planning kita disempurnakan olehNya, action kita ditolong dan disempurnakan olehnya, dan lebih penting lagi hasilnya akan disukai Allah. Itulah janji Allah yang terekam dalam QS. At Thalaaq, yang dalam potongan ayat 3 dinyatakan ” … dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”.

Pertanyaannya, bagaimana agar kita memiliki hati yang selalu tawakal di setiap fase kehidupan? Untuk membangun sikap hati yang tawakal 100%, setidaknya dibutuhkan 2 kondisi, yaitu rasa ketidakberdayaan dan keyakinan atas kekuasaan Allah. Kita harus alokasi resources kita, baik waktu maupun energi, untuk selalu mencari ilmu dan tafakur agar 2 kondisi tersebut ada memenuhi hati kita. Mari kita lihat lebih dalam kedua faktor tersebut;

Pertama, kesadaran penuh bahwa kita pada dasarnya TIDAK BERDAYA. Pada hakekatnya, ketika kita berjalan, berbicara, atau mendengar, semuanya dapat kita lakukan karena kehebatan & kasih sayang Allah dalam mendesain tubuh kita. Begitu pula segala bentuk kesuksesan & keberhasilan dipastikan ada intervensi berupa pertolongan Allah. Renungkanlah QS Al Mulk ayat 20 yang menyatakan “Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain daripada Allah Yang Maha Pemurah? ….”

Kedua, keyakinan yang kokoh bahwa Allah paling hebat, yang paling tahu masalah kita, penguasa kejadian, sumber pertolongan, dan yang selalu hadir. Dalam hal ini, yang kita butuhkan adalah keyakinan yang dalam. Banyak dari kita tahu ilmu tahajud, ilmu sedekah, dan sebagainya, tetapi ketika ujian datang kurang kokohnya keyakinan ilmu-ilmu tersebut menguap begitu saja. (Silahkan baca kembali posting sebelumnya yang berjudul “Sudahkah Kita Yakin???”)

Berdasarkan dua hal tersebut, dapat kita simpulkan bahwa hambatan terbesar untuk Tawakal biasanya ada dua, yaitu sikap hati yang terlalu mengandalkan manusia dan sikap hati yang belum sepenuhnya “yakin” kepada Allah. Mari kita simak sebuah kisah singkat berikut ini, yang kemudian diabadikan dalam QS Al Balad;

Pada masa Rasulullah SAW, hiduplah seorang hartawan kaya raya bernama Usaid bin Kaldan. Dengan bermodal kekayaannya itulah, dia merasa mampu menyelesaikan segala permasalahan yang sedang atau akan dihadapi. Segala kesulitan hidup pun dia sangat yakin akan dapat diselesaikan dengan keahliannya. Sikap terlalu “PD” tersebut disindir Allah dalam QS Al Balad ayat 5-9: “Sungguh Kami telah menciptakan manusia berada dalam kesusahan (kesulitan hidup). Apakah manusia itu kemudian mengira bahwasannya tidak sesuatupun yang berkuasa atasnya, sehingga mereka dapat berkata “aku telah menghabiskan harta yang banyak (untuk menyelesaikan masalahku)”. Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatupun yang melihatnya?. Bukankah kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, lidah, dan sepasang bibir untuknya?.

Demikianlah. Semoga menjadi ilmu & nasehat buat kita semua, khususnya sang penulis sendiri, sehingga kita memiliki ketrampilan hati untuk bertawakal.

*gambar diambil dari http://logicasoft.blogspot.com

One thought on “Menjadi Ahli Tawakal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s