Iqra

Kita semua sudah cukup familiar dengan kata “Iqra’. Ya, itulah penggalan dari ayat pertama yang diwahyukan kepada Sang Rasulullah 14 abad yang lalu. Sebuah kata yang mungkin artinya juga kita tahu yaitu “bacalah”.

Peristiwa di gua Hira, ketika Jibril mendatangi, tentu menjadi peristiwa besar dalam kehidupan Rasulullah. Itulah pelantikan beliau sebagai sang Nabi. Sebuah peristiwa yang pasti akan selalu terngiang dalam benak beliau. Seperti halnya kita ketika mengalami peristiwa bersejarah, seperti wisuda, pelantikan, pernikahan dan sebagainya, pastilah rangkaian detil peristiwa dan kata-kata yang terucap begitu terkesan dalam sanubari kita.

Nah, pertanyaanNya adalah, mengapa Allah memilih kata “Iqra” di hari bersejarah itu?

Dalam berbagai kisah kita mendapati fakta bahwa Jibril mengatakan ‘bacalah’ tanpa menyodorkan sebuah buku atau sesuatu untuk dibaca. Dengan kata lain, perintah ‘bacalah’ pada peristiwa itu tidak mempunyai obyek yang tangible. Dari sudut pandang ini kita dapat memahami bahwa perintah ‘Iqra’ tersebut mempunyai spektrum yang sangat luas. Tidak sekedar untuk membaca sebuah tulisan, tetapi membaca apa saja, mulai dari peristiwa, fenomena, gejala, sampai dengan perilaku. Bentuknya pun bisa berupa membaca, meneliti, observasi atau perenungan.

Tafakur sendiri sebenarnya adalah salah satu aktivitas membaca. Kita berdiam diri, merenung, mengingati kejadian2 yang kita lewati, untuk kemudian merasakan ketidakberdayaan diri merupakan proses ‘membaca’ ayat2 Allah yang hadir dalam diri kita.

Dan, kalau kita tengok ke luar jendela, menyaksikan beraneka ragam flora dan fauna … subhanallah, betapa berlimpah ruah bacaan kita. Mungkin selama ini kita hanya menatap tanpa membaca. Belum lagi berbagai peristiwa dan kejadian di sekitar kita, sepertinya kita hanya sibuk merespons kejadian tanpa membacanya.

Ah, rasa-rasanya satu kata wahyu Ilahi yang ini sudah fasih kita ucapkan, namun sepertinya masih jauh dari pengamalan …

One thought on “Iqra

  1. Assalamualaikum
    Ijin mampir dipagi ini..
    Iqra, kata singkat yang penuh makna tapi lebih sering diartikan dan dipahami secara sempit dan hampir selalu diamalkan sekenanya saja. Saya malah baru mulai belajar untuk bisa iqra. Mohon doa’nya mudah-mudahan iqra – nya bisa bersambung dengan kalimat selanjutnya : bismirabbika ladzi khalaq.
    Wassalamualaikum

    salam sukses
    im

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s