Al Quran dalam hidupku

Aku baru ‘ngeh’ Al Quran dalam bentuk mushaf ketika umur 6 tahunan, ketika ayah dan ibuku menyodorkan sebuah Quran sambil berkata, “Ayo, baca!”. Sambil berkeringat aku hanya dapat merespons lirih, “gimana cara bacanya?”.

Hmm, rasa2nya itulah momentum aku mulai belajar baca Al-Quran. Didatangkanlah seorang guru ngaji ke rumah, Cak Yut namanya, yang bertugas membimbingku setiap lepas Maghrib. Aku belajar dari nol, pakai buku belajar baca Quran yang di kampung saya disebut “turutan“. Huruf demi huruf, halaman demi halaman, sampai singkat cerita, 2 tahun kemudian aku mengkhatamkan Al Quran.

Sebenarnya senandung ayat-ayat Al Quran telah aku dengar sejak balita. Di setiap kesempatan, ibuku selalu mengiringi aktivitas dengan bacaan Al Quran. Maka tak heran sebelum bisa baca pun saya udah hafal beberapa ayat2 penting seperti Ayat Kursi dan lain-lain.

Memasuki kelas 4 SD, aku mulai mengikuti sesi hafalan di sebuah pesantren yang dilaksanakan secara part time ba’da maghrib. Alhamdulillah, lulus SD udah punya bekal hafalan beberapa surat penting seperti Yasin, Al Mulk, dan beberapa lainnya.

Dalam periode SMP, Al Quran tetap menjadi keseharian. Jangan coba-coba melewatkan satu hari tanpa membacanya, kalau tidak mau mendapat tatapan tajam ibu atau nenekku sambil bergumam, “wis dilalar Qurane?” maksudnya sudah di-tartil belum Qurannya. Habit membaca Quran pun terbawa dalam fase-fase berikutnya, baik di SMA yang berasrama maupun di kampus FEUI.

Nah, sebuah momentum aku alami ketika berkesempatan diundang Allah ke tanah suci di tahun 2000. Ketika bersilaturahmi dengan banyak pemuda dari berbagai negara di tanah suci, aku agak terganggu dengan sikap mereka yang “kurang mengkultuskan” Al Quran. Cara mereka membawa, posisi tubuhnya waktu membaca, dan seterusnya, sangat berbeda dengan kebiasaanku.  Sejurus kemudian saya tersadar bahwasanya mereka itu bukan “kurang mengkultuskan” tetapi telah bersahabat dengan Quran. Mereka membawa Quran dalam perjalanan, membacanya di bis, seperti layaknya aku membaca koran. Mereka membaca sambil tiduran, sambil rehat, layaknya aku membaca komik. Mereka berdiskusi seru, kadang dengan mimik serius kadang tertawa, seperti layaknya aku dan teman2ku membahas sebuah berita olahraga.

Sepulang dari haji tahun itu, paradigmaku betul-betul berubah. Aku tersadar Al Quran adalah ‘manual’ kehidupan. Al Quran tidaklah ‘sekedar’ kitab suci yang harus dibaca berulang-ulang, dikhatamkan berkali-kali, tetapi seyogyanya menjadi referensi setiap saat, setiap waktu, dimanapun kita berada, apapun permasalahan hidup yang kita hadapi.

Ah, ternyata PRku cukup banyak. Sampai kini pun, setelah 25 tahun lebih membaca Al Quran setiap hari, aku tetap saja tidak mengerti apa yang aku baca. Aku pikir2, seperti orang mabok aja aku ini, membaca, bolak-balik tapi sama sekali tidak mengerti apa yang diucapkan itu …

Semoga siapapun yang membaca ini diberikan ilham dan inspirasi untuk menjadikan Quran sebagai sahabat hidupnya, diary kesehariannya, dan referensi permasalahannya. Doakan pula diriku ini, agar tidak malas membaca buku-buku tafsir dan agar terus bersemangat mempelajari bahasa arab …

2 thoughts on “Al Quran dalam hidupku

  1. Assalamualaikum wr wb
    Wah mas..
    Kalo baca tulisan yang ini, saya malah jadi minder. Saya malah baru belajar baca Al-Quran sekarang setelah umur mendekati waktu senja. Banyak juga yang harus dikejar dan dibenahi dalam sisa hidup saya ini. Saya melihat bahwa Al-Quran ini ternyata sebuah personal strategic planning bagi setiap insan. Lengkap mulai dari missi hidup dan cara mencapainya hingga hasil (target) akhir yang bisa diraihnya.

    Wassalamualaikum
    im

    1. wah senang sekali ada Pak Ichsan. Makasih pak telah mampir di coret2an saya, menarik sekali istilah yang bapak tulis, bahwasanya Al Quran adalah “personal strategic planning” …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s