Sang Raja

Dalam kehidupan ini kita mengenal istilah Raja untuk menggambarkan seorang yang memiliki kekuasaan. Raja disebut juga dalam berbagai sebutan seperti Kaisar, Ratu, Sultan, dan sebagainya. Dalam arti luas, di jaman demokrasi ini, Presiden dan Perdana Menteri dapat pula dikategorikan sebagai Raja. Orang-orang yang digelari Raja tersebut memiliki kekuasaan melakukan sesuatu yang mempunyai sifat “paksaan”, dalam arti mereka memiliki infrastruktur sehingga apa yang diperintahkan atau diinginkan mudah untuk dilaksanakan. Dengan kondisi tersebut, Sang Raja ini langsung maupun tidak langsung memiliki kendali atas kehidupan kita.

Dalam Asmaul Husna kita juga mengenal Asma Allah sebagai Sang Raja, yaitu Al Malik. Namun, Allah sebagai Sang Raja sangat jauh berbeda dengan persepsi kita tentang Raja seperti yang biasa kita lekatkan ketika kita berpikir tentang Raja-Raja manusia. Perintah seorang raja manusia bisa saja tidak ditaati atau dibantah. Kehendak raja manusia juga memiliki kekuatan terbatas sampai kadar tertentu. Tetapi, keterbatasan itu tidak ada pada Sang Raja Allah SWT, karena dialah Sang Raja yang mutlak kekuasanNya.

Allah Al Malik memiliki makna yang luar biasa, yang jika makna tersebut merasuk dalam qolbu, kita akan tersungkur menyadari betapa tidak berdayanya diri ini.

Dalam memahami Al Malik, kita dapat mengambil hikmah dari cuplikan firman Allah yang kerap diulang dalam AL Quran, yaitu “Wa Huwa ‘Alaa Kulli Syai in Qadiir” yang bermakna Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Allah Al Malik memiliki kekuasaan atas segala sesuatu. Secara meluas, makna penguasaan atas segala sesuatu disini menunjukkan penguasaan atas keseluruhan obyek yang ada di alam semesta, mulai dari yang besar seperti galaksi sampai yang terkecil seperti sel. Semua isi langit dan bumi berada dalam genggamanNya. Maka ketika kita melihat apapun di dunia ini, dalam benak kita seyogyanya tertanam “makhluk atau benda ini dalam genggaman kekuasaan Allah”

Secara mendalam, penguasaan atas segala sesuatu digambarkan sebagai penguasaan  secara mendetail atas apa-apa yang terdapat dalam setiap obyek yang ada di alam semesta.  Allah menguasai bumi, dan lebih dari itu Sang Malik menguasai sistem rotasi bumi, siklus iklimnya, juga cara kerja atmosfirnya. Maka, ketika kita mengatakan Allah menguasai diri seorang manusia, Allah juga menguasai metabolismenya, peredaran darahnya, juga sistem mekanistik gerak tubuhnya …

Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 57:2)

Demikianlah, kekuasaan Allah sebagai Sang Malik benar-benar mutlak. PerintahNya tak terbantahkan, kehendakNya tak terhalangi. Jika Allah menghendaki sesuatu pasti akan terjadi, karena semua obyek di semesta ini berikut semua sistem dan sub sistem kehidupan berada dalam genggamanNya, semuanya takluk dan tunduk kepadaNya.

Mari kita semua meletakkan segala harapan hanya kepada Allah, Sang Malik yang perintahNya tak terbantahkan dan kehendakNya tak terhalangi …

One thought on “Sang Raja

  1. Allahhu Akbar …… tiada daya dan kekuatan selain pertolongan dan bantuan dari Mu Ya Rabb,

    inna sholati wa nusuqi wama yahya wama mati lilla hi rabbil alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s