Kebahagiaan itu ternyata …

Ternyata kebahagiaan itu tidak berbanding lurus dengan jumlah harta. Tidak semua orang yang berharta banyak itu bahagia, begitu pula tidak semua orang yang sedang kekurangan harta tidak bahagia …

Ternyata kebahagiaan itu tidak terletak pada jabatan. Betapa banyak para pejabat yang merasa tidak bahagia, begitu pula sering dijumpai manusia2 berbahagia, padahal tidak punya jabatan apapun …

Ternyata kebahagiaan tidak surut ketika sebagian harta kita keluarkan tanpa imbalan balik. Cobalah mengeluarkan sebagian harta kita dalam rupa zakat, sedekah, atau wakaf, ternyata bukan kesedihan karena ketiadaan harta tersebut, melainkan justru hadir rasa lapang di hati yang kemudian menjalar menjadi kesakinahan dalam rumah tangga …

Ternyata kebahagiaan itu hadir seiring dengan kesadaran kita akan kehadiran Allah, Sang Maha Khalik. Cobalah bangun tahajud, berdiam sejenak, rasakan kehadiran Allah dalam udara yang kita hirup, dalam detak jantung yang tiada henti, atau dalam kesempurnaanNya menciptakan jemari, maka akan berdesir sebuah rasa bahagia dalam qolbu kita …

Ternyata kebahagiaan datang ketika Allah membuka tabir, membuat diri kita menyaksikan dan merasakan cinta Allah yang begitu indah hadir di segenap penjuru. Pada kondisi itu, ke arah manapun pandangan tertuju, hanya Allah yang dilihatnya …

Dan, kebahagiaan yang tak ternilai betul2 datang ketika “rasa ingin” mencintai Allah memenuhi relung2 hati. Itulah kebahagiaan paling dahsyat, sebuah rasa yang hadir justru ketika hati ini merana karena rindu kepadaNya …

*Wallahualam*

*Semoga kita menjadi golongan orang-orang yang dikarunia rahmat untuk merasakan kehadiran cinta Allah*

One thought on “Kebahagiaan itu ternyata …

  1. pak…
    hati manusia begitu berat… barat keinginanya dan berat permintaanya..
    tidak pernah sedikitpun lega akan setiap karunia dan anugerah,

    jangankan merasakan kebahagiaan berbagi, mersakan kebahagiaan diberi juga begitu susah… kebahagiaan untuk bersukur. yang ada di bebayang mata sebagai wujud kerusakan hati hanya ketidakpuasan.. ketidakpuasan mengapa hanya ini saja…

    amin.. mudah-mudahan dijauhkan dari sifat-sifat yang dibenciNya itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s