Jalan yang Lurus …

Apakah kita pernah berpikir bahwa kejadian yang kita alami saat ini, detik ini, merupakan ujung dari berbagai kejadian lainnya yang saling berangkai dan saling mempengaruhi, baik dalam sebuah pararel maupun serial. Keterbatasan kemampuan kita sebagai manusia membuat kita seringkali tidak menyadari bagaimana rangkaian itu terbentuk dan akhirnya mempengaruhi jalan hidup kita ..

Mari kita simak cerita singkat berikut ini …

Seorang pengusaha muda yang sukses bercerita bahwa perjalanan bisnisnya dimulai ketika dirinya bertemu dengan seorang dosen marketing yang banyak ide. Pertemuan itu terjadi begitu saja tanpa direncanakan pada saat jam makan siang di sebuah restoran depan rumah sakit. Pada saat itu, sang dosen sedang menunggu istrinya yang sedang menebus resep dokter di apotik sebelah retoran. Istri dosen maagnya kambuh dan baru saja konsul ke salah satu dokter dirumah sakit di seberang restoran.

Sehari sebelumnya, istri dosen yang bekerja di sebuah bank swasta nasional melakukan sebuah kesalahan kecil dalam pekerjaannya yang membuatnya pulang lebih malam dari biasanya. Hal itu membuatnya terjebak dalam kemacetan luar biasa. Istri dosen pun sampai di rumah larut malam dalam keadaan tidak sempat makan malam. Keesokan paginya, sakit maagnya kambuh dan akan berobat ke dokter langganan yang praktek sekitar 100 meter dari rumahnya. Ternyata dokter langganannya sedang menengok cucu barunya. Maka pergilah dosen dan istrinya ke rumah sakit tadi …

Beberapa tahun kemudian, sang pengusaha sukses luar biasa berawal dari  sebuah ide sederhana dari dosen marketing di pertemuan “tidak penting” di restoran depan rumah sakit itu ..

Kalau bisa diibaratkan, kita menjalani hidup ini seperti berjalan sambil mata tertutup. Kita benar2 tidak tahu skenario apa yang menunggu kita di masa depan, bahkan skenario keesokan hari pun kita buta. Dalam keadaan seperti ini, kita membutuhkan petunjuk atau sinyal tertentu bahwa sebuah kejadian tertentu (meskipun kecil) baik untuk untuk kita atau sebaliknya …

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk membaca “Ihdinas Shiraatal Mustaqiim” dalam setiap shalat kita secara lebih khusyuk dan penuh makna karena “Ihdinas Shiraatal Mustaqiim” adalah sebuah doa luar biasa, yang mempunyai makna seluas langit sedalam samudra.

Dengan demikian, ketika membacanya, lintasan hati kita tidak sekedar meminta “jalan yang lurus“, tetapi sebuah pengharapan kepada Allah agar keberadaan istri, anak, dan keluarga menjadi penyejuk hati, penguat ibadah, dan doping energi untuk terus mencari nafkah hanya yang baik dan halal.

Dengan demikian, ketika mengucapnya, benak kita dipenuhi oleh permintaan kepada Sang Pemilik Semesta supaya harta benda yang kita nikmati adalah harta yang penuh barokah, terutilisasi semaksimal mungkin untuk kebaikan, yang keberadaan maupun ketiadaannya tidak menjerumuskan …

Dengan demikian, ketika melafalkannya, diri ini sepenuhnya menghendaki pertolongan Allah sehingga pekerjaan, jabatan, teman, pergaulan, internet, televisi dan sebagainya termasuk segala macam peristiwa yang kita alami membuat kita semakin dicintai dan mencintai Allah, membuat ibadah semakin khusyuk dan istiqomah, dan membuat karya-karya kita semakin efektif untuk kemanfaatan umat.

5 thoughts on “Jalan yang Lurus …

  1. pengen ngomentarin bagian ceritanya.. ini mirip sama salah satu scene di curious case of benjamin button ya.. waktu brad pitt mau nyeritain kenapa daisy bisa ketabrak taksi yang bikin kakinya patah dan ga bisa nari lagi..

    intinya sama..semua sudah dalam skenario Allah.. tugas kita berusaha + berdoa supaya selalu dalam koridor Allah.. Ihdinas shiraatal mustaqiim.. 🙂

  2. Pak, lalu gimana kaitannya antara kebebasan memilih dan bertindak yang diberikan Allah kepada manusia, sama kesempatan manusia untuk menemukan shiraatal mustaqiim itu Pak?

    Dear Akhmad,
    kebebasan memilih dan bertindak yang kita sadari kemudian kita manfaatkan seoptimal mungkin merupakan bagian dari ikhtiar yang kita niatkan sebagai amal sholeh … munajat kita kepada Allah kita lakukan sepenuh hati supaya circummstances yang ada di sekitar ikhtiar kita membuat langkah2 kita benar2 sebuah amal sholeh, tidak lain tidak bukan …

  3. wah..wAH ikut nimbrung ya.. (if it’s d last comment..)

    ” Terinspirasi dgn scene of ” Benjamin button too” (Hiks), selain Brad Pitt-nya yg ok bgt mainnya he..he (ya gak bu Hertien), tapi makna film itu seutuhnya…ampun bener2 menyentuh hati, serta mengingatkan kita pada makna dan arti hidup..bahwa siapa diri kita, kapan kita mati, bagaiman kita memperlakukan hidup kita dan jika berjalan sesuka hati, bebas, merdeka… sampai lupa akan aturan main, kodrat serta perbuatan yg mendekati benar… tentunya kepada siapa lagi kita mohon petunjuk itu… minimal 17 x sehari wajib memohon petunjuk itu “Ihdinashiraatal mustaqim” plus do’a yg mungkin bermanfaat, sbb:
    “Allahumma yaa shariikhal makruubiina yaa mujibal muth_tharriina iksyifhammi wa ghammi wa kurbi fainnaka taraa maa nazala bii Ya hayyu yaa qayyum birahmatika antaghiitsu ashlihlii sya’nii kullihi walaa takilnii illa nafsi tharfata ainii”
    “wahai zat yg maha hidup, wahai zat yg maha berdiri sendiri, dgn rahamatmu aku mohon pertolongan-Mu kiranya Engkau berkenan memperbaiki urusanku semuanya dan jgn engkau biarkan aku utk mengurusi diriku sendiri tanpa pertolonganmu barang sekejappun.”

    Wah, makasih bu buat pencerahannya … semoga doanya terkabul untuk kita semua yang membacanya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s