Kita adalah Noktah …

Bayangkan ketika kita berada dalam pesawat yang sedang terbang melintasi rumah kita, kemudian tengoklah kebawah, maka kita akan menyadari bahwa keberadaan diri kita hanyalah satu titik kecil (sangat kecil!! tepatnya) … jika hamparan bumi tersebut sebuah gambar, titik diri kita tersebut menjadi tiada makna … sungguh sangat kecil …

Bayangkan ketika kita dibawa oleh roket keluar dari atmosfer bumi, maka akan kita lihat betapa planet bumi terlihat sangat indah dengan warna kebiruan menyelimutinya. Lalu, dimana titik diri kita yang tadi … hilangkah? titik itu masih berada di tempat, tetapi menjadi sebuah noktah yang sangat sangat KECIL sekali sehingga membuat eksistensinya lenyap …

Padahal, bumi hanyalah salah satu anggota tatasurya yang dikomandani oleh matahari. Jika kemudian kita teruuus terbang menjauhi tatasurya, kemudian kita menengok lagi ke planet bumi, dimana titik diri kita? Ah, ternyata rumah besar yang kita impikan, kampus megah yang kita banggakan, juga tanah air luas yang kita bela, serta segala kemegahan dunia yang kita kejar … semuanya hanyalah titik kecil, bahkan teramat KECIL untuk disebut KECIL …

Padahal, simaklah fakta berikut …

18 Juli 1783, William Hershel, seorang astronom Inggris, berhasil mengidentifikasi Galaksi Bimasakti atau Milky-way. Dengan teleskop hasil buatannya sendiri, Hershel berhasil menemukan bahwa Galaksi Bimasakti tersusun dari milyaran bintang, sedangkan  tata surya, yaitu matahari dan planet-planet yang mengelilinginya hanya satu bagian yang sangat kecil dari
galaksi tersebut.

Penelitian selanjutnya menemukan bahwa Galaksi Bimasakti terdiri dari 400 milyar bintang dengan garis tengah sekitar 130.000 tahun cahaya, sementara satu tahun cahaya sama dengan 9500 milyar kilometer.

Galaksi Bimasakti jika dilihat dari samping berbentuk seperti cakram dan dari atas seperti spiral. Matahari yang menjadi pusat peredaran bumi dan planet-planet lain di tata surya, letaknya sekitar 40.000 tahun cahaya dari pusat Bimasakti.

Jika demikian, masih berminatkah untuk sombong?

7 thoughts on “Kita adalah Noktah …

  1. Allohuakbar, benar adanya kalau manusia kelak masuk surga mendapat balasan seluas langit dan bumi, bahkan lebih, Amiin Ya Robbal Alamiin.
    Kita makhluk (Hamba Alloh SWT) yang amat teramat sangat kecil, yang Alloh ciptakan untuk tidak boleh menjadi maruk/serakah dan sombong.

  2. AllahuAkbar …… Astagfirullah, apa arti kesombonganku dibanding semua ini ?! Sungguh hanya ALLAH SWT saja Sang Khalik dan Pemilik alam semesta dan segala isinya. Tiada yang patut disembah kecuali ALLAH, ….. Laaillaha illallah. (Thank you for your description).

  3. assalamuallaikum………..
    teguran yang menyentuh hati saya…………….
    insyaallah saya akan lebih banyak beribadah mencintai Allah, lebih rajin kuliah dan tidak menyia-nyiakan waktu……………
    minta doa agar dalam waktu dekat diberi rahmat jodoh agar menjauh dari prilaku, pikiran dab niat untuk maksiat…………
    bismikallahi tawakaltu a’la allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s