6 Juni 2008 : Hari ini Istriku Ulang Tahun …

Ini adalah sebuah catatan tentang istriku …

Aku mengenalnya di FEUI, sebagai mahasiswa tingkat 1 yang ternyata alumni TN. Dia tampak cerdas dari cara bicaranya, tapi aku ragu mendekatinya. Karena dia begitu gemerlap sebagai anak jakarta dengan HP, mobil dan gaya hidupnya. Kayaknya aku nggak cocok berdekatan dengan gadis seperti itu. Aku anak desa, yang datang ke kampus dengan baju seadanya, sepatu kats kualitas terbatas bahkan sandal jepit. Tapi entah kenapa, wajahnya berkelebat beberapa kali pada saat aku bermunajat di Multazam di tanah suci. Mungkin dia jodohku. Bermodal itulah, aku mendekatinya dan beberapa waktu kemudian memberanikan diri untuk mengajaknya menikah …

Di sinilah awal tercatatnya sebuah kisah keteguhan hati dan kelapangan jiwa seorang gadis bernama Hertin. Dia bersedia menikah dengan seorang pemuda dengan status pengangguran, bahkan berhutang 50 juta atas bisnisnya yang tak kunjung jelas. Dia ternyata bukan gadis kota kebanyakan karena ternyata mampu mengurus sendiri suaminya yang terbaring sakit selama 8 hari tepat seminggu setelah pernikahan. Dia mampu mengurus rumah tangganya sendirian mulai masak sampai bersih2, tanpa pembantu, meskipun dirinya memiliki keterbatasan fisik yang signifikan. Sambil tetap ikhlas dengan pendapatan suami yang tetap tak kunjung menentu …

Ketika desakan ekonomi menguat, dia kemudian rela menjual mobil Lancer kesayangannya, pemberian almarhum papanya tercinta. Kita hidup pas-pasan saja, semboyan kita waktu itu, semoga pas butuh pas ada. Sungguh sebuah keadaan yang tidak terbayangkan setahun sebelumnya, ketika sebelum menikah dimana dirinya hidup serba berkecukupan (pas mau pasti ada), tiba2 bandul takdir membuatnya hidup dalam ketidakjelasan dalam hutang ratusan juta, impian sekolah S2 dan mimpi2 lain pun dibuang jauh2. Aku menyaksikan tangisan2nya dalam tahajud dan aku bertekad jikalau ada kelebihan suatu saat nanti biarlah itu untuknya …

Allah Maha Baik. Sang Khalik memberikan sinyal dengan me-skenariokan kelahiran Ayasha dalam keadaan istriku puasa Asyura. Dan ayasha pun menjadi tonggak. Perusahaan mulai menghasilkan profit signifikan untuk membuat hutang terselesaikan sampai akhirnya kita pindah ke rumah sendiri …

“Aku tidak sempurna, lalu ngapain aku menuntut orang lain sempurna”, itulah resepnya untuk selalu kembali menemukan kehidupan setelah tersakiti. Betapa sering suaminya melakukan kesalahan, tetapi entah bagaimana pintu maafnya selalu terbuka … dia sangat pemaaf, katanya mau meneladani sebuah kisah nabi tentang sahabatnya yang menjadi ahli sorga karena setiap malam menjelang tidur melepaskan semua beban dan memaafkan semua orang yang menyakitinya …. 

Aku tahu, istriku berusaha sangat keras memahami suaminya, yang penuntut dan perfeksionis urusan tradisi rumah tangga. Dia betul2 tahu, apa yang membuat suaminya marah, sedih atau tertawa. Dia mencatat resep2 makanan favoritku, memasaknya meskipun dia harus nggak makan karena bukan seleranya. Istriku ini menyiapkan baju, kaos kaki, ngecharge HP, menyiapkan dompet, sampai duduk manis menemani makan … tak terputus setiap hari!!

Istriku pun seorang akuntan intelektual. Ketika tuntutan pekerjaan memuncak, membuat tiada beda siang dan malam, istriku menjadi penyelamat, dia menjadi partner diskusi dan penulis laporan yang handal …

Itulah istriku … yang kini bersama ayasha dan hafa menjadi sumber kesejukan mata dan jiwa …

Selamat Ulang Tahun Istriku, aku yakin pengabdianmu pada suami membuat Allah semakin mencintaimu …

21 thoughts on “6 Juni 2008 : Hari ini Istriku Ulang Tahun …

  1. Subhanallah, sungguh cerita yang inspiratif. Betapa cinta dan keikhlasan membawa keberkahan bagi siapa yang sedang berjuang.

    Selamat ulang tahun Kak Hertin. Moga senantiasa dirahmati Allah SWT untuk menjadi istri yang baik bagi suami, dan Ibunda yang baik bagi anak2.

    Salam,
    M. Asadullah & Atika D
    TN 11

  2. Assalamu ‘alaikum Ded, sangat menyentuh ceritanya, semoga kekal sampai menemani di Jannah.

    Met Ulang Tahun juga buat Bu Hertin dan juga Bu Herlin, ex-jiran waktu di Bintan 🙂

    wassalam

    Irfan, Wanda & Zalikha

  3. If you know mas deddi well, you’ll understand what I feel when I read his blog.. It must be so hard for him to let everyone knows what he feels.. but he did it..

    thanks hon.. it means a lot 🙂 It does.. it really does!!!

    semoga Allah menghadiahi hati yang tetap ikhlas melayani suami semata2 untuk mendapat cintaNya… 🙂

  4. Assalamu’alaikum Mas Deddi…..

    Selamat ulang tahun buat Istri ( Hertin )
    Semoga selalu mendapat Taufik dan Hidayah dr Allah SWT … Amien….

    Dr Kapten Inf Lukman Hakim & kel di Sby

    Wassalamu’alaikum Wr Wb

  5. subhanallah….
    bener2 kisah inspiratif…
    sampe airmata hampir tak terbendung.. 😥
    (saya jadi lebai deh.. :mrgreen: )

    g nyangka klo punya abang yang ternyata bisa menulis sebegini menyentuhnya…

    semoga kelak saya bisa jadi seperti k hertin. bisa membuat suami saya kelak merasakan hal yang bang deddi rasakan…

    amiiinnn…..

    presty, TN 11

  6. Subhanallah,
    tiba2 hari ini begitu indah bagi saya .. begitu kecil apa-apa yg saya peroleh, dan begitu bersyukurnya saya ketika membaca tulisan2mu Ded..

    very inspiring story you’ve wrotten here.

    Deddy, sahabat dan saudaraku yg kukenal, sangat susah untuk bisa menuliskan apa yg dia rasakan (dan segala hal menyangkut suara hati rasa hatinya) yg kemudian bisa diketahui orang banyak…

    Dan jika itu ada, terliat dari tulisan nya di atas, tentu karena sesuatu yg amat sangat spesial menghiasi hidupnya…

    Barakallah Hertin, dan Herlin… atas milad tahun ini, semoga dengan bertambahnya usia, jarak dengan cita-cita semakin dekat…

    wassalam
    prio TN4

  7. Dahsyat, Pak.

    I can Imagine what you felt when you wrote this blog

    Sesuai dengan judul Blog ini “The Story of Inspiration”, tulisan di atas sangat terasa inspiratif bagi saya.

    From:
    Mahasiswa yang ngambil ASP semester kemarin

  8. Mending Rin, saya lebih telat lagi….
    Baca postingannya Bang Deddi di Medina, dalam rangka kunjungan barudak Bandung ke Depok…hehe….

    Te O Pe deh bang…
    Jadi ngiri…hwehehehehe….

  9. kita harus bisa mengambil hikmah dari semua cobaan yang kita alami agar kita selalu biasa instropeksi diri menuju kehidupan yg lebih baik karena jalan yg terbaik buat kita belum tentu enak tetapi harus tetap kita jalani, berdoa dan berusaha, sukses dan sehat wal afiat selalu Bro. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s