Ketika Dunia Mengecil …

Kita merasa letih, resah, gelisah atau gejala perasaan negatif lainnya sebagian besar disebabkan karena sindroma duniawi yang menghinggapi kita. Sindroma tersebut membuat kita merasa apa yang ada di dunia ini begitu besar artinya buat kita. Harta dan pangkat menjadi sesuatu yang penting dan membuat aktivitas untuk mendapatkannya menjadi prioritas nomor satu dalam hidup kita. Maka, kita kemudian terjebak dalam kesengsaraan, karena mengejar harta dunia ibarat meminum air laut, semakin banyak semakin haus …

Sindroma duniawi itu harus kita kikis jika kita menginginkan kebahagiaan dalam arti sesungguhnya. Salah satu cara untuk mengikisnya adalah dengan memenuhi benak dan qolbu kita dengan Allah. Dan, untuk melakukannya kita harus mengenal Allah dengan lebih baik. Ada banyak cara untuk melakukan itu, salah satunya adalah dengan memahami Asmaul Husna …

Siapa saja yang mampu mengenal Allah, dunia akan menjadi kecil baginya, yang besar adalah Allah sang pencipta dunia. Orang tersebut akan menjadikan Allah sebagai alasan dan motivasi atas setiap tindakan yang dilakukan. Segala kejadian yang menimpanya selalu disikapi dengan sabar dan syukur, tiada lagi stres, kegelisahan atau keputusasaan. Hikmah dan rahasia kehidupan telah tersingkap untuknya. Itulah manusia yang paling bahagia, yang tidak lagi mempunyai kekhawatiran dan kesedihan ….

4 thoughts on “Ketika Dunia Mengecil …

  1. Rencana pemerintah menaikkan harga minyak diperkirakan akan menaikkan angka kemiskinan. Rakyat kecil yang pengusaha kecil akan banyak kehilangan mata pencaharian karena harga bahan baku tidak terjangkau. Mereka selama ini bukan mengejar harta, tapi sekedar mencari makan. Sungguh beruntung bagi mereka yang sudah mengenal Allah, tidak ada gelisah dan putus asa. Bagaimana bagi yang belum? Kasus bunuh diri dan kejahatan disebabkan faktor ekonomi sudah banyak muncul. Mengenal Allah menurut saya bukan proses yang instan. Bagaimana metode memperkenalkan Allah kepada golongan ini dalam kondisi seperti sekarang ini?

  2. Alhamdulilah…Puji Syukur Kepada Alloh…Itulah salah satu bentuk mengenal Alloh. Diresapi dan dalamilah kata-kata itu. Ucapkan setiap kali kita mendapatkan rejeki maupun musibah, ucapkan dengan penuh keyakinan dan resapilah artinya. Insya Alloh tawakal kita sebagai tujuannya. Serahkan semuanya kepada Alloh dan Yakinlah bahwa semua berasal dari Alloh. Terima kasih sodaraku Deddy…Tulisan anda tentang ini memang aku tunggu dan nantikan. Semoga memberikan manfaat bagi kita semua.Amin.

  3. Hasan Abdullah & Sundoro Agung … dua sahabat saya, seorang militer profesional intelektual yang selalu memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama … kapan nih kita silaturahmi?

  4. Ketika terikat dengan duniawi kita memang selalu berkejaran. Mengejar, dikejar bahkan kejar-kejaran. Tidak ada habis-habisnya, kondisi ini diibaratkan sebagai Dog Mind. Sebaiknya kita menjadi Lion Mind, tenang ditengah hiruk pikuk nya dunia, bergerak tepat, terarah dan penuh ketenangan, karena laku dilandasi oleh iklas dan berserah kepada Nya.

    Salam
    Komangadi.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s