Mensyukuri Mutiara Ilahi

masjid2.jpg   Medina Ayasha - Hafisha Mecca

dsc00127.jpg seragam-jumat3.jpg

Menatap mereka, istri dan anak-anak, selalu mengundang sejuta rasa. Bahagia, gundah, dan ketakutan teraduk jadi satu dalam bungkus yang juga beraneka ragam, kadang tawa, kadang tangis.

Bahagia dan tawa karena anak-anak inilah yang selalu menjadi penyejuk mata dan hati, penghibur kala nestapa, yang meramaikan ruang, yang menjadi salah satu alasan bagi ayahnya untuk kembali beranjak bekerja demi sebuah kehidupan yang lebih baik, sekaligus pada saat bersamaan selalu menjadi tameng dan pengingat bagi orang tuanya untuk tidak mengambil jalan yang salah. Mereka seakan malaikat-malaikat Allah yang kadang kala hadir dan berkata, “Jangan engkau ambil harta itu wahai Ayahku, jangan suapi kami dengan harta haram …”

Tapi, gundah kemudian menyeruak, sudahkah diri ini bersyukur kepada sang Khalik, yang menghadirkan bidadari-bidadari ini? Sudahkah diri ini beribadah lebih khusyuk, seperti halnya Rasulullah yang lebih banyak bersujud sebagai ungkapan terimakasih atas cinta Allah yang sedemikia besar? Gundah hati ini, karena ternyata diri ini lebih sering merasa semua ini adalah karya seorang hamba, lupa bahwa mereka semua dengan segenap kebahagiaan yang terbawa semata-mata dihadirkan oleh Dia, Sang Pengasih, Dzat yang Maha Tahu isi hati …

Kini, bahkan membuncah sebuah ketakutan, mampukah diri ini mengemban amanat mulia ini? Mendidik mereka, menjadikannya ahli ibadah, dan membimbingnya mengenal Tuhan beserta cintaNya yang tak bertepi itu, untuk kemudian bersama-sama dalam sinergi berkarya mencipta kemanfaatan. Terkadang, pecah tangis ini, membayangkan jikalau diri ini tidak mampu mengemban amanah ini, atau tersandung sehingga gagal melewati ujian ini …

Wahai Allah, Engkaulah sang Penguasa, yang melapangkan dan menyempitkan segala sesuatu, juga yang merendahkan dan meninggikan segala sesuatu .. Tiada pernah Engkau melimpahkan sebuah kejadian, baik kelapangan maupu kesempitan, kecuali Engkau jadikan itu sebagai ladang bagi kami untuk berlomba mengumpulkan amal kebajikan. Juga, tiada pernah Engkau tinggalkan hambaMu sendirian tanpa pertolongan dan kekuatan, Engkaulah yang ada dimanapun kami berada, selalu hadir dengan cinta, kelembutan dan kasih sayang ..

Tolong ya Rabbi, bukalah tabir hati ini, untuk selalu sadar akan keberadaanMu …

4 thoughts on “Mensyukuri Mutiara Ilahi

  1. MMbangets yang baik …
    Thanks buat comment-nya. Saya belum istiqamah dik, sedang belajar istiqamah. Kata guru saya satu2nya jalan supaya istiqamah adalah dengan merasakan keberadaan Allah di sekitar kita dan kita harus menciptakan kondisi untuk itu, misalnya: lagu2 MP3 di komputer kita yang bernuansa dzikir, dsb …

    Begitu ..
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s