Belenggu

Terbelenggu …

Ketika kanan dan kiri adalah tembok. Tidak ada ruang gerak sama sekali. Buntu. Hanya pikiran ini saja yang masih liar berlari.

Ketika berdiam diri seakan berdiri di atas bara api. Tetapi jika melangkah berarti terjatuh dalam jurang yang dalam. Sekali lagi hanya angan yang masih bebas loncat sana sini tak berbatas.

Terbelenggu. Inilah ujian kepemimpinan. Ujian terberat bagaimana membaca lifesign yang diberikan oleh Dia Sang Maha Pemberi Petunjuk.