Rabb,
Hambamu ini ingin teriak
dengan teriakan yang memecah langit
Rabb,
Hambamu ini meremas diri
menjadi kepingan tanpa makna
Rabb,
Rasa malu ini memenuhi ruang jiwa
Menjejal jejal dinding kalbu
Rabb,
Meski sampai kering air mata ini
rasanya penyesalan ini tak akan sampai
Rabb,
Kadang otak dangkal ini hadirkan sebuah logika
tentang hadiah yang bertukar dengan dosa
Nyatanya, hadiah terbaikku pun tak setitik nilainya
Rabb,
ampuni hamba Ya Rabb
Ampuuuuniiiiii Hambamuuuuu ini Ya Raaabbbbb